Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi

Supervisi Kemendes PDT dan IFAD di Desa Tuada Fokus Evaluasi Capaian Program serta Penguatan Ekonomi Masyarakat.

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Kementerian bersama perwakilan International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan pihak terkait melakukan kunjungan lapangan di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, dalam rangka program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Kunjungan ini untuk melihat secara langsung potensi dan pengembangan usaha masyarakat, termasuk pengelolaan fasilitas pendukung kegiatan ekonomi desa. (Dok/Ist)

Tim Kementerian bersama perwakilan International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan pihak terkait melakukan kunjungan lapangan di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, dalam rangka program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Kunjungan ini untuk melihat secara langsung potensi dan pengembangan usaha masyarakat, termasuk pengelolaan fasilitas pendukung kegiatan ekonomi desa. (Dok/Ist)

terasmalut — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes-PDT) bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, serta International Fund for Agricultural Development (IFAD) meninjau langsung pelaksanaan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Selasa (20/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Supervision Mission atau misi supervisi untuk melihat perkembangan pelaksanaan program TEKAD sekaligus mengevaluasi dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Tuada, Hilman Malik, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program TEKAD melalui bantuan dana investasi RITD, IF, dan demplot pada tahun anggaran 2025 telah memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ekonomi desa.

Menurut Hilman, sebelum program TEKAD hadir, BUMDes Jiko Banau hanya menjalankan dua unit usaha. Namun, melalui dukungan program tersebut, BUMDes kini mendorong pengembangan tiga unit usaha baru yang sedang dipersiapkan untuk dilegalkan.

Baca Juga :  Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter

“Program ini merupakan bukti nyata terhadap pertumbuhan ekonomi desa. Saya mengucapkan terima kasih kepada Koordinator Kabupaten, FK, dan Kementerian Desa atas dukungan yang telah diberikan,”ujar Hilman.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kelompok UMKM turut memperkenalkan produk unggulan mereka kepada rombongan, yakni Stik Udang Vaname Halmahera dan Makron Halmahera.

Kedua produk tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mengembangkan potensi usaha lokal dan meningkatkan nilai tambah hasil produksi.

Selain promosi produk UMKM, kegiatan juga diisi dengan panen udang vaname secara simbolis di lokasi tambak yang menjadi bagian dari program investasi RITD.

Sementara itu, perwakilan IFAD, Rahmi Khalida, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mensupervisi pelaksanaan program TEKAD guna mempercepat pencapaian target serta memastikan manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Pengurus PMI Halbar Periode 2021-2026 Resmi Dilantik

“Kunjungan kami kali ini adalah untuk meninjau secara langsung progres dan pelaksanaan program TEKAD untuk percepatan capaian dan tujuan program,” tutur Rahmi saat membuka kegiatan Supervision Mission.

Di hadapan pengurus BUMDes Jiko Banau, UMKM Sarimanita, dan UMKM Huda Maguci, Rahmi berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

Menurutnya, rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut diharapkan mampu memaksimalkan manfaat program TEKAD bagi kelompok sasaran, terutama dalam mendorong pengembangan usaha dan memperkuat perekonomian masyarakat desa.

“Kami berharap melalui pertemuan ini dapat menghasilkan berbagai rekomendasi untuk memaksimalkan manfaat program TEKAD bagi kelompok sasaran,” tutur Rahmi Khalida. (Ghe/Red)

Berita Terkait

TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi
APBD Perubahan Halbar Terancam Mandek, DPRD Desak TAPD Segera Tuntaskan Koreksi Provinsi
Asap Karhutla Selimuti Halbar, Bupati James : Pembagian Masker hingga Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Cuaca Diperketat
Kanwil Ditjenpas Malut Tekankan Disiplin, Lapas Jailolo Perkuat Pelaksanaan Tugas
FGD RIP Jadi Titik Temu, Pemda Halbar dan UPP Siapkan Wajah Baru Pelabuhan Jailolo-Kedi
Dodinga hingga Bobane Igo Menanti Kapal Perintis, Konektivitas Masih “Baku Tunggu”
Tekan Biaya Logistik, Pemprov Malut Usulkan Tambahan Subsidi di Tiga Pelabuhan Halmahera Barat
KPK Periksa Nusron Wahid, Delapan Tersangka Kasus Suap HGB Jadi Sorotan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:33 WIB

TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:44 WIB

APBD Perubahan Halbar Terancam Mandek, DPRD Desak TAPD Segera Tuntaskan Koreksi Provinsi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Asap Karhutla Selimuti Halbar, Bupati James : Pembagian Masker hingga Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Cuaca Diperketat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Kanwil Ditjenpas Malut Tekankan Disiplin, Lapas Jailolo Perkuat Pelaksanaan Tugas

Berita Terbaru

error: