Darurat Pelayaran Jailolo: Dugaan Pelanggaran Jadwal Picu Penghadangan Cantika 08, Pemda Diminta Bertindak

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak sejumlah motoris speedboat yang melakukan aksi penghadangan terhadap Kapal Cepat Cantika 08 (Dok/Tangkapan Layar dari Video yang beredar)

Tampak sejumlah motoris speedboat yang melakukan aksi penghadangan terhadap Kapal Cepat Cantika 08 (Dok/Tangkapan Layar dari Video yang beredar)

terasmalut — Aktivitas pelayanan transportasi laut di Pelabuhan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, dilaporkan mengalami gangguan pada pagi ini. Jumat, 28 November 2025.

Sejumlah penumpang rute Jailolo–Ternate mengeluhkan adanya dugaan aksi penghadangan yang dilakukan oleh oknum operator speed boat terhadap operasional Kapal Cepat KM Cantika 08.

Insiden ini mengakibatkan keterlambatan keberangkatan dan keresahan di kalangan pengguna jasa transportasi.

Situasi di pelabuhan sempat memanas ketika armada speed boat bermanuver di area perairan dermaga, yang diduga bertujuan untuk menghalangi masuknya kapal cepat tersebut di pelabuhan Jailolo.

Akibat tindakan ini, sejumlah penumpang yang telah berada di lokasi tidak dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal, sehingga memicu protes dari berbagai pihak yang merasa dirugikan atas terhentinya akses mobilitas publik tersebut.

Berdasarkan penelusuran tim redaksi, informasi mengenai insiden ini pertama kali beredar luas melalui sebuah video amatir di jejaring media sosial. pada Jumat pagi. Dalam rekaman tersebut, terlihat kerumunan warga dan penumpang yang terlantar di dermaga menyaksikan manuver speed boat di perairan Jailolo yang siap menghadang berlabuhnya kapal Cepat Cantika 08.

Dalam video tersebut, Salah satu penumpang yang juga berprofesi sebagai pengacara, memberikan pernyataan tegas terkait dampak fatal dari aksi ini. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena tertahan di pelabuhan, padahal dirinya memiliki agenda mendesak untuk menghadiri persidangan di Ternate.

Baca Juga :  Resmikan Gedung GPdI Jemaat Filadelfia, Bupati James Tekankan Jaga Kerukunan Beragama di Halbar

Menurutnya, konflik antar penyedia jasa tidak semestinya mengorbankan kepentingan masyarakat umum yang tidak tahu-menahu mengenai persoalan internal tersebut.

“Saya dari pagi di sini, rencananya mau menyeberang ke Ternate untuk ikut sidang, namun tidak bisa berangkat. Kasihan banyak orang juga yang sudah memiliki tiket akhirnya batal. Pemerintah daerah harus ambil sikap secepat mungkin untuk menyelesaikan persoalan ini,”tegas penumpang tersebut dengan nada kecewa.

Kerugian materiil juga menjadi sorotan utama dalam keluhan penumpang. Banyak pengguna jasa yang tidak hanya sekadar menyeberang ke Ternate, melainkan memiliki jadwal penerbangan lanjutan ke berbagai daerah seperti Manado, Ambon, hingga Makassar.

Akibat penghadangan ini, tiket pesawat yang telah mereka beli terancam hangus tanpa adanya kejelasan siapa pihak yang akan bertanggung jawab mengganti kerugian tersebut.

“Banyak orang yang kasihan mau berangkat ke Manado dan daerah lain, tidak bisa mengejar penerbangan karena memang batal, tiket hangus. Siapa yang mau bertanggung jawab soal ini? Harusnya ada mediasi supaya kepentingan tersampaikan, jangan seperti ini di mana masyarakat banyak yang justru jadi korban,”lanjutnya.

Baca Juga :  Salurkan Bantuan Kemanusiaan, Pemda Halbar Ucapkan Terima Kasih ke Danrem 152 Babullah

Ia juga kembali mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat untuk tidak berdiam diri dan membiarkan masalah ini berlarut-larut.

“Diperlukan intervensi segera dari otoritas terkait untuk memediasi kedua belah pihak agar pelayanan publik di Pelabuhan Jailolo dapat kembali normal dan kondusif, serta menjamin kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,”cetusnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah motoris speed boat, aksi penghadangan yang terjadi merupakan bentuk keberatan atas dugaan pelanggaran jadwal operasional oleh pihak KM Cantika 08.

Para motoris mengklaim bahwa kapal cepat tersebut seharusnya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu sesuai kesepakatan yang berlaku, namun justru melakukan pelayaran pada hari Jumat tanpa koordinasi yang jelas.

Mereka menilai tindakan tersebut melanggar aturan internal antar-operator sehingga memicu penolakan terhadap kedatangan kapal cepat tersebut di Pelabuhan Jailolo.

Para motoris menegaskan bahwa kepatuhan terhadap jadwal resmi merupakan hal mendasar untuk menjaga ketertiban layanan transportasi laut dan menghindari persaingan usaha yang tidak sehat.*(Ghe/Red)

 

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Sejak Dini, Pokja I TP-PKK Halbar Sasar Lingkungan Sekolah
25 Tahun Paroki Santo Fransiskus Xaverius Jailolo, Dari Perjalanan Iman hingga Pengabdian Sosial
Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda
Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi
Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”
Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku
Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary
Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai
Berita ini 244 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:51 WIB

Cegah Kekerasan Sejak Dini, Pokja I TP-PKK Halbar Sasar Lingkungan Sekolah

Rabu, 2 September 2026 - 23:26 WIB

25 Tahun Paroki Santo Fransiskus Xaverius Jailolo, Dari Perjalanan Iman hingga Pengabdian Sosial

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”

Berita Terbaru

error: