Efektifkan Pelayanan Pada Pasien, RSUD Jailolo Luncurkan Website ISURE

- Jurnalis

Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Jailolo Dr Novimaryana Drakel bersama Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian (Mantan Gubernur Sulawesi Selatan)

Direktur RSUD Jailolo Dr Novimaryana Drakel bersama Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian (Mantan Gubernur Sulawesi Selatan)

JAILOLO, defactonews.co — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melakukan gebrakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasiennya.

Bagaimana tidak, Baru-baru ini Rumah Sakit Jailolo rupanya mulai membuat layanan pendaftaran pasien secara mandiri via Online yang disebut dengan ISURE (Informasi Singkat untuk Registrasi Online).

Menurut Direktur RSUD Jailolo, Dr. Novimaryana Drakel, Sp.THT-KL, M.Kes, Layanan via online merupakan bentuk peningkatan kualitas pelayanan terhadap pasien yang hendak berobat di rumah sakit jailolo.

“Pelayanan melalui ISURE berbasis online merupakan website RSUD Jailolo yang sengaja diluncurkan sebagai media untuk mempermudah pasien saat hendak mendaftar, sehingga pada saat pasien berada di rumah sakit tidak perlu lagi mengantri di loket,”cetusnya.

Baca Juga :  Ketua DPD KNPI Halbar Kutuk Keras Pesta Joget di Halaman RSUD Jailolo, Bupati Didesak Evaluasi Dirut

Faktanya, Pasien yang mendaftar setiap hari, hampir mencapai ratusan pendaftaran, sehingga pihaknya berinisiatif untuk meluncurkan pelayanan secara online menggunakan website tersebut yang rencananya bakal dilaunching pada pekan depan.

“Rencananya pekan depan Website ISURE ini sudah akan dilaunching oleh Bupati, dan diharapkan mampu memiliki progres pelayanan yang efektif terhadap pasien,”ujar Novi sapaan akrab Novimaryana Drakel itu

Novi Menambahkan, Di RSUD Jailolo saat ini sudah tersedia 12 dokter spesialis yakni 2 dokter spesialis Kandungan, 1 dokter spesialis Penyakit dalam,1 dokter spesialis Anak, 1 dokter spesialis Anestesi, 1 dokter spesialis Kardiologi/jantung, 2 dokter spesialis Bedah, 1 dokter spesialis dokter Bedah onkologi, 1 spesialis Rehab medik, 1 spesialis THT dan 1 spesialis Radiologi.

Baca Juga :  Rustam Fabanyo: Sekda Lebih Brutal dari Oknum Kontraktor Lokal yang Berulah Diruangan ULP

“Tetapi kita Masih kurang beberapa dokter yang sementara dibutuhkan saat ini di RS jailolo yaitu penambahan 1 dr spesialis penyakit dalam dan 1 spesialis mata, semoga bisa cepat realisasi,”harapnya.

Untuk diketahui, Bagi pasien yang hendak mendaftar bisa langsung klik link berikut 👉🏻 http://www.pendaftaran.rsudjailolo.com/

 

 

(D01/Red)

Berita Terkait

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku
Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
Berita ini 385 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:08 WIB

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:10 WIB

Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:37 WIB

DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak

Berita Terbaru

error: