OKP di Halmahera Barat Desak Bupati James Uang Copot Dirut RSUD Jailolo

- Jurnalis

Senin, 20 Februari 2023 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah OKP Gabungan di Halmahera Barat saat menggelar Demonstrasi di depan Kantor DPRD Halbar (dok/Eghez)

Sejumlah OKP Gabungan di Halmahera Barat saat menggelar Demonstrasi di depan Kantor DPRD Halbar (dok/Eghez)

TERASMALUT.ID – Bupati Halmahera Barat, James Uang, diminta supaya copot Kepala Dinas Kesehatan Novelhens Sakalaty dan Direktur (Dirut) RSUD Jailolo Dokter Novimaryana Draker.

Hal itu disampaikan sejumlah OKP gabungan HMI, GMNI, GAMKI, LMND dan Jong Halmahera saat melakukan Aksi unjuk rasa didepan RSUD Jailolo, Senin (20/2/2023). Mereka menilai, kedua pejabat itu gagal memberikan pelayan yang baik kepada Masyrakat Halbar, dan tidak maksimal menjalankan salah satu program Bupati dan Wakil Bupati yakni Halbar Sehat. Sehingga salah satu bayi di Halbar meninggal dunia pada tanggal 15 februari.

Korlap aksi Julfikar Alwan dalam orasinya menyatakan, turut berduka cita atas meninggalnya seorang generasi Halmahera Barat pada tanggal 15 Februari 2023 di RSUD Jailolo. peristiwa tersebut menjadi alaram keras bagi rusaknya pelayanan kesehatan di Halmahera Barat khususnya di RSUD Jailolo.

“Lemahnya sistem pelayanan kesehatan dan ketidakbecusan oknum-oknum yang memegang jabatan terkait adalah sebab dari munculnya peristiwa maninggalnya bayi dari ibu Sarni Dano Afsindir, warga desa Gamlamo Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat,” Ungkap Julfikar saat orasi di RSUD Jailolo, Senin (20/2/2023).

Baca Juga :  DPP Demokrat Putuskan Usung Petahana di Pilkada Halmahera Barat

Julfikar juga mengaku, Ibu Sarni, pada tanggal 15 Februari dilarikan ke RSUD Jailolo harus menahan sakit karena harus di rujuk ke RSUD Tobelo dengan alasan bahwa dokter spesialis kandungan RSUD Jailolo saat itu sedang tidak berada di tempat.

“Atas rekomendasi itu, ibu sarni dan keluarga terpaksa mengikuti anjuran untuk pergi ke RSUD Tobelo yang memakan waktu minimal 4 Jam dalam kondisi sakit,” Katanya.

Sementara di tengah perjalanan, kata Julfikar, muncul informasi bahwa dokter spesialis kandungan telah berada di RSUD Jailolo. Sarni dan keluarga lantas berbalik arah untuk kembali ke Jailolo agar mendapatkan perawatan dari dokter. Namun sesampainya di RSUD Jailolo, bayi yang dikandung Sarni sudah tidak bisa diselamatkan.

“Dari peristiwa itu, direktur RSUD Jailolo mengatakan bahwa ini adalah persoalan kesalahan komunikasi dari pihak dokter yang bertugas dengan dokter spesialis. Nah pernyataan Direktur RSUD Jailolo ini terlalu mengada-ngada,” Tukasnya.

Dikesmpatan itu, Julfikar juga mempertanyakan adalah apakah sistem pengelolaan informasi di RSUD Jailolo sedemikian buruknya?. Apakah anggaran 20 persen dari APBD Halmahera Barat tidak mampu mengadakan dokter spesialis kandungan yang lebih dari 1?. Apakah pihak pemerintah daerah dan DPRD tidak pernah meninjau rusaknya sistem pelayanan di Halmahera Barat?.

Baca Juga :  Musprov ke-IV PPI Malut Resmi Dibuka Oleh Wakil Bupati Halbar

“Oleh karena itu atas masalah ini kami menganggap bahwa Pemerintah Daerah, DPRD, dan Pihak RSUD Jailolo Harus bertanggung jawab atas kematian saudara, adik, atau anak dari Sarni yang juga merupakan generasi penerus di Halmahera Barat,” Pungkasnya.

Berikut ini sejumlah tuntutan sejumlah OKP di Jailolo, Halmahera Barat.

1. Copot Direktur RSUD Jailolo dari Jabatan.

2. Tambahkan dokter spesialis kandungan di Halmahera Barat.

3. Usut tuntas dan penjarakan dokter devi dan dirut RSUD Jailolo.

4. Copot Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat.

5. TINDAK TEGAS oknum-oknum yang terlibat dalam penyelenggaraan “Pesta” pada Hari Jadi RSUD Jailolo karena menyakiti hati korban serta mengganggu ketentraman.

6. Meminta agar secepatnya mengevaluasi sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten
Halmahera Barat.

7. Bila tuntutan ini tidak diakomodir maka kami akan datang dengan jumlah masa yang lebih banyak.**

 

Berita Terkait

VPOL Tingkatkan Teknologi Pemurnian, Jamin Air Bersih Aman untuk Masyarakat
Pengabdian Diapresiasi: 11 ASN Diskominfo Halbar Sandang Penghargaan di HUT Korpri 2025
Peringatan Korpri ke-54: 17 ASN Diknas Halbar Terima Penghargaan, Dua Menerima Satya Lencana Presiden RI
Darurat Pelayaran Jailolo: Dugaan Pelanggaran Jadwal Picu Penghadangan Cantika 08, Pemda Diminta Bertindak
Babak Baru KNPI Halbar: Ismail H. Buamona Pimpin Masa Bhakti 2025–2028
KUA-PPAS 2026 Disepakati, Halbar Siap Melangkah dengan Kebijakan Pembangunan yang Lebih Visioner
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinsos-P3A Halbar Gandeng Kejaksaan Beri Pelatihan
Musda KNPI Halbar Ke-VI, Teguhkan Komitmen Pemuda untuk Daerah Berdaya Saing
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:14 WIB

VPOL Tingkatkan Teknologi Pemurnian, Jamin Air Bersih Aman untuk Masyarakat

Senin, 1 Desember 2025 - 20:17 WIB

Pengabdian Diapresiasi: 11 ASN Diskominfo Halbar Sandang Penghargaan di HUT Korpri 2025

Senin, 1 Desember 2025 - 18:19 WIB

Peringatan Korpri ke-54: 17 ASN Diknas Halbar Terima Penghargaan, Dua Menerima Satya Lencana Presiden RI

Jumat, 28 November 2025 - 09:02 WIB

Darurat Pelayaran Jailolo: Dugaan Pelanggaran Jadwal Picu Penghadangan Cantika 08, Pemda Diminta Bertindak

Kamis, 27 November 2025 - 09:26 WIB

Babak Baru KNPI Halbar: Ismail H. Buamona Pimpin Masa Bhakti 2025–2028

Berita Terbaru

Dok/Ist

Halmahera Barat

Babak Baru KNPI Halbar: Ismail H. Buamona Pimpin Masa Bhakti 2025–2028

Kamis, 27 Nov 2025 - 09:26 WIB

error: