Pelaku Penyebar Video Jamaah Calon Haji Dikutuk Keras, Komisi II Bakal Panggil PPIH Halbar

- Jurnalis

Kamis, 1 Juni 2023 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hardi I Hayun, Ketua Fraksi partai Hanura DPRD Kabupaten Halmahera Barat

Hardi I Hayun, Ketua Fraksi partai Hanura DPRD Kabupaten Halmahera Barat

TERASMALUT.ID – Komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut) bakal memanggil Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) setempat.

Pasalnya, Beredar video salahsatu Jamaah Calon Haji (JCH) berusia 86 tahun Kloter 10 asal Kabupaten Halmahera Barat Embarkasi UPG saat berada di dalam Bus hendak menuju ke Hotel di Madinah. disebarluaskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di berbagai sosial media.

Parahnya lagi, Di salahsatu akun sosial media yakni Tiktok  postingannya menggunakan caption yang mengatakan “Jamaah haji asal jailolo Halbar, berangkat bersama suami, tapi suaminya meninggal waktu tiba di ternate”. Postingan tersebut diketahui sudah disukai 19 ribuan, dengan komentar 792 dan sudah disimpan sebanyak 1484.

Baca Juga :  Tekanan Anggaran Tak Hambat Komitmen Halbar Religius

Anggota DPRD Halbar, Hard I Hayun kepada terasmalut.id, Kamis (01/06/23). mengaku mengutuk kerasa kepada pelaku perekam Video salah satu JCH asal Halbar di dalam Bus menuju Hotel di madina kemudian disebarluaskan.

“Saya sangat sayangkan kenapa harus di video dan kemudian dibagi-bagikan sampai akhirnya di posting di Tiktok dengan Narasi Hoax,”sesalnya.

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Halmahera Barat itu juga menyampaikan bakal memanggil Panita Penyelenggara Ibadah Haji untuk mengklarifikasi kelalaian tersebut.

“Setelah PPIH Halbar kembali dari Makassar, Komisi II bakal memanggil PPIH untuk dilakukan RDP, sebab ini merupakan bentuk kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan. Karena ada keluarga yang merasa keberatan dengan video seperti itu,”tegas Hardi.

Baca Juga :  Calon Bupati Petahana Gelar Ibadah Bersama dan Penguatan Untuk Keluarga Laos-Tjoanda 

Hardi menambahkan, Harusnya sebelum JCH berangkat, PPIH memberikan himbauan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan agar tidak divideo dan dibagikan. Apalagi menurutnya kaitannya dengan ibadah haji.

Bahkan yang ditunjuk sebagai petugas pendamping JCH juga sambung dia, yang dilakukan adalah menenangkan beliau bukan justru di video lalu dibagikan ke orang yang tidak bertanggungjawab.

“Ditunjuk sebagai petugas pendamping ketika adanya kejadian seperti itu mestinya dilakukan tindakan-tindakan yang menenangkan bukan justru divideo lalu dibagikan ke orang-orang yang tidak bertanggungjawab,”tandasnya.*(Ghez)

Berita Terkait

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku
Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
Berita ini 442 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:08 WIB

UPP Jailolo Gandeng Konsultan Susun Titik Labuh KM Sabuk Nusantara 35 di Perairan Barataku

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:10 WIB

Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:37 WIB

DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak

Berita Terbaru

error: