BPOM Malut Gelar Workshop Program Desa Pangan Aman

- Jurnalis

Kamis, 3 November 2022 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

JAILOLO, defactonews.co – Balai Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Workshop Program Desa Pangan Aman di Aula Bidadari Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat. Kamis 03 November 2022.

Koordinator Substansi KIE BPOM Malut, Sjafri Ahmad menyampaikan, Program Desa Pangan Aman yang dlinisiasi oleh Badan POM merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa.

Selain peningkatan, juga menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan, serta memperkuat ekonomi desa, antara lain melalui pemberdayaan komunitas desa.

“Jadi nanti akan dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev) yang tujuannya untuk memastikan hal-hal yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan untuk mengetahui hasil serta dampak dari program tersebut,”tutur Sjafri.

Menurutnya, Monev perlu dilakukan di tingkat daerah agar setiap daerah mengetahui kemajuan, capaian target serta kendala pada pelaksanaan program. Sehingga diharapkan dapat dijadikan acuan oleh masing-masing daerah untuk melaksanakan dan melakukan perbaikan pada program Desa Pangan Aman ditahun berikutnya.

“Ada lima poin yang menjadi dasar yaitu Melihat proses maupun kemajuan pelaksanaan program, Mengidentifikasi hal-hal yang mendukung atau menghambat pelaksanaan program, Mengukur capaian target yang telah ditetapkan serta Memperoleh rekomendasi untuk pengembangan program lanjutan,”katanya.

Baca Juga :  Akhir Januari, BPK Mulai Bidik LKPD Halbar 2025

Sjafri menambahkan, Demi tercapainya efektivitas penyelenggaraan program Desa Pangan Aman sehingga program dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dalam rangka mendukung peningkatan KTE obat dan makanan di masing-masing wilayah kerja Balai POM Sofifi.

Foto istimewa (dok/defactonews)

“Monitoring dan Evaluasi Program Desa Pangan Aman diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pencapaian target dan indikator yang telah ditetapkan,”tukasnya.

Asisten I Setda Halbar, Julius Marau mengatakan, Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Saat ini indonesia masih dihadapkan pada permasalahan dan tantangan mengenai mutu dan keamanan pangan, baik berupa pangan segar, pangan, pangan olahan maupun pangan siap saji.

“Untuk itu kita perlu melaksanakan pengawasan pre market dan post market pada makanan yang beredar di masyarakat karena upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pengawasan makanan yang beredar di masyarakat perlu didukung dengan pemberdayaan masyarakat,”ujarnya

“Agar mewujudkan konsumen cerdas yang dapat melindungi diri sendiri, keluarga dan komunitas masyarakat dari ancaman produk makanan yang tidak memnuhi persyaratan keamanan,”imbuh Julius Marau.

Baca Juga :  POPDA Halteng 2022, Fenny Kiat Optimis Halbar Kembalikan Sejarah Emas di 2014 Silam

Mantan Kepala Inspektorat ini mengaku, pemerintah Halbar turut menilai baik atas kegiatan melaksanakan monitoring dan evaluasi gerakan keamanan pangan desa. Sebab menurutnya program ini sangat membantu masyarakat desa untuk lebih peduli dan mengambil tindakan terhadap keamanan pangan yang beredar di masyarakat desa.

“Saya berharap agar peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti workshop ini sekaligus berkomitmen kuat dalam menghadapi masalah keamanan pangan desa sehingga kedepan akan terciptanya koordinasi lintas sektor antara desa, pemda dan pemprov dalam peningkatan keamanan pangan di halmahera barat,”pungkasnya.

Peserta monev berasal diantaranya, BAPPEDA, DPM-PD, Dinas Kesehatan, Disdikbud, Disperindag, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian kabupaten Halmahera Barat.

Sementara Desa yang akan diintervensi keamanan pangan yaitu Desa Gufasa, Desa Acango dan Desa Sidangoli Gam) Peserta dari masing-masing desa terdiri dari perangkat desa yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Kader Keamanan Pangan desa. Penerima Manfaat Kegiatan Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Badan POM, stakeholder, desa yang diintevensi dan masyarakat umum di kabupaten Halmahera Barat.

 

Penulis : Eghez

Editor : Redaksi

Berita Terkait

KPK Periksa Nusron Wahid, Delapan Tersangka Kasus Suap HGB Jadi Sorotan
Soal Putusan MK, Refly Harun: Gibran Seharusnya Pakai Etika Berpemerintahan
Pemkab Halbar Perkuat Konektivitas Loloda Tengah melalui Usulan Deviasi KM Sabuk Nusantara 35
Muskab III PMI Halbar Tetapkan Chuzaemah Djauhar sebagai Ketua 2026–2031
Anggota Deprov Meri Popala Serap Aspirasi Petani Ibu Selatan, Infrastruktur Pertanian Jadi Perhatian
Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak
Pokja IV TP-PKK Halbar Dorong Desa Awer Perkuat Kesadaran Kesehatan Lingkungan
Sarana Pertanian Jadi Aspirasi Utama Dalam Reses Meri Popala 
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:25 WIB

KPK Periksa Nusron Wahid, Delapan Tersangka Kasus Suap HGB Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pemkab Halbar Perkuat Konektivitas Loloda Tengah melalui Usulan Deviasi KM Sabuk Nusantara 35

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Muskab III PMI Halbar Tetapkan Chuzaemah Djauhar sebagai Ketua 2026–2031

Minggu, 27 September 2026 - 18:27 WIB

Anggota Deprov Meri Popala Serap Aspirasi Petani Ibu Selatan, Infrastruktur Pertanian Jadi Perhatian

Sabtu, 26 September 2026 - 20:29 WIB

Reses di Ibu, Meri Popala Serap Aspirasi Petani soal Kebutuhan yang Mendesak

Berita Terbaru

error: