Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Bupati James Perintahkan Dinkes Bentuk Tim Investigasi Akibat Meninggalnya Bayi di Puskesmas Ibu Tabaru

- Jurnalis

Senin, 24 Februari 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halmahera Barat, James Uang (Dok/tm)

Bupati Halmahera Barat, James Uang (Dok/tm)

 

terasmalut — Nasib naas dialami ibu hamil bernama Listanti Mou Istri dari Rifki Tatu. Kedua pasangan ini terpaksa harus kehilangan bayinya akibat diduga tidak mendapatkan pelayanan medis dari Puskesmas Ibu Tabaru.

Bayi yang masih di dalam kandungannya itu meninggal dunia saat Listanti bersama suaminya masih berada di Puskesmas Ibu Tabaru.

Bupati Halmahera Barat, James Uang kepada terasmalut, Senin 24 Februari 2025, mengisahkan kronologi Kejadian tersebut bermula saat Listanti bersama suaminya mengunjungi Puskesmas Ibu Tabaru bermaksud mendapatkan penanganan medis saat Listanti mengalami sakit perut.

Menurut Bupati, pada Tanggal 21 dini hari pukul 00.30 Rifki Tatu bersama Listanti Mou mengunjungi puskesmas ibu. Namun karena dinilai tidak ada pelayanan yang prima Rifki lalu meminta agar istrinya di rujuk ke RSUD Jailolo pada pukul 12.00 (siang).

Baca Juga :  Pemerintah Daerah Hibahkan Tanah Seluas 6099 M² ke Kemenag Halbar

“Naasnya, ketika dirujuk ke RSUD Jailolo bayi dalam kandungan justru dinyatakan sudah meninggal sejak pukul 10.30 berdasarkan keterangan dari pihak RSUD Jailolo. Sementara puskesmas Ibu Tabaru itu nanti sudah mau di rujuk baru diperiksa ketubannya, dan memberikan keterangan bahwa Ibu Listanti sudah kelebihan bulan,”ungkap Bupati mengutip keterangan dari keluarga Bayi.

Padahal dikatakan James, Listanti sudah dibawa oleh suaminya sejak dari tanggal 21 dini hari, namun pihak puskesmas tidak memberikan pelayanan yang prima sehingga tidak ada keterangan sama sekali dari pihak puskesmas ibu.

“Tiba di RSUD ketika diperiksa ternyata bayi tersebut sudah meninggal dalam kandungan saat masih berada di Puskesmas Ibu Tabaru. Mestinya kalau di puskesmas itu tidak bisa tolong untuk kasih lahir bayinya, seharusnya malam itu juga harus dirujuk ke RSUD jailolo,”sesalnya.

Baca Juga :  Sahu Timu Keluar Sebagai Juara I Lomba Duta Remaja Hebat yang Digelar TP-PKK Halbar

Menanggapi hal itu, Orang nomor satu di pemkab halbar ini, memerintahkan Dinas Kesehatan segera membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab kematian bayi yang hendak dilahirkan tersebut karena ini merupakan bentuk kelalaian dari pihak puskesmas.

“Kasus ini terjadi pada tanggal 21 Februari 2025, untuk itu saya perintahkan kepada Dinas Kesehatan agar secepatnya bentuk tim investigasi dengan melibatkan personil IDI, untuk selidiki apa penyebabnya sehingga nyawa bayi tidak tertolong,”tegas Bupati James Uang.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta
Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar
Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 
Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja
Antrean Panjang di Jailolo, Praktisi Terapi Asal Sulut Jadi Rujukan Warga
RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan
Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai
Bupati dan DPRD Turun Langsung Verifikasi Keluhan Obat dan Pelayanan di Rumah Sakit Jailolo
Berita ini 774 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:55 WIB

Serangan ke Kepala BPKAD Dinilai Terburu-buru, KNPI: Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta

Sabtu, 18 April 2026 - 18:51 WIB

Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar

Senin, 13 April 2026 - 14:51 WIB

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Minggu, 12 April 2026 - 13:37 WIB

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Sabtu, 11 April 2026 - 19:53 WIB

Antrean Panjang di Jailolo, Praktisi Terapi Asal Sulut Jadi Rujukan Warga

Berita Terbaru

Bendahara BKAD Halbar, Arnike Saba, didampingi Sejumlah pengurus Apdesi Halbar dalam konferensi pers membantah adanya dugaan pemotongan Siltap Pemerintah Desa (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Senin, 13 Apr 2026 - 14:51 WIB

Dasril Hi. Usman, Ketua DPD PAN Halmahera Barat (dok/tm)

Halmahera Barat

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Minggu, 12 Apr 2026 - 13:37 WIB

error: