Penataan Struktur Organisasi Dibarengi Isu Krusial BBM, Pemda Diminta Perhatikan Kuota Solar

Kuota bio solar 40 ton dipertanyakan, distribusi dinilai tidak transparan

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat penataan kembali struktur Organda Halbar (Dok/Ist)

Rapat penataan kembali struktur Organda Halbar (Dok/Ist)

terasmalut — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Divisi Khusus Angkutan Barang Halmahera Barat mendesak perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan DPRD setempat menyusul lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis dexlite yang dinilai semakin membebani pelaku usaha transportasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Organda Divisi Angkutan Barang, Deny Tude, menegaskan bahwa divisi tersebut memiliki kontribusi strategis dalam mendukung aktivitas pembangunan di Halmahera Barat. Namun, kondisi saat ini memperlihatkan tekanan berat akibat kenaikan harga dexlite yang signifikan dan berdampak langsung pada operasional angkutan barang.

Deny mengungkapkan bahwa harga BBM jenis dexlite mengalami kenaikan tajam dari Rp14.200 menjadi Rp24.150 per liter. Lonjakan ini dinilai tidak sebanding dengan harga barang di pasaran, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan pemilik kendaraan maupun para sopir.

“Terkait masalah kenaikan BBM dexlite yang cukup tinggi, bagi kami kondisi ini sangat menyulitkan, baik bagi pemilik kendaraan maupun sopir,”ujarnya.

Lebih lanjut, Deny juga menyoroti keberadaan kuota bio solar untuk wilayah Halmahera Barat yang disebut mencapai 40 ton.

Baca Juga :  Bupati James Sebut Isu Tuduhan Suap di Pemda dan Polres Halbar Adalah Fitnah, Penyebar Berita Bohong Akan Diseret ke Dewan Pers dan Ranah Hukum

Ia menyatakan bahwa distribusi kuota tersebut tidak transparan dan tidak diketahui secara pasti oleh para pelaku usaha di lapangan. Informasi yang diterima hanya menyebutkan adanya sekitar 5 ton di SPBU Ibu, namun ketersediaannya sangat terbatas.

“Selama ini kami justru bergantung pada dexlite, padahal ada kuota BBM bersubsidi sebesar 40 ton, tetapi tidak jelas keberadaannya,”katanya.

“Menurut koordinator lapangan, di wilayah Ibu hanya tersedia sekitar 5 ton per bulan, namun saat distribusi masuk, dalam hitungan jam sudah habis dan tidak diketahui ke mana penyalurannya. Bahkan dump truk di wilayah Ibu sendiri tidak mendapatkan bagian, sehingga menimbulkan pertanyaan besar diperuntukkan bagi siapa,”tambahnya.

Deny menekankan perlunya respons cepat dan konkret dari Pemerintah Daerah serta DPRD, mengingat kondisi ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan mata pencaharian para sopir angkutan barang.

“Karena itu, kami berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah, bahkan jika perlu dilakukan forum bersama dengan DPRD Halbar untuk mencari solusi yang tepat,”tegasnya.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Sekretaris DPD Organda Maluku Utara, Jahar Hi Rauf. Ia menilai bahwa lonjakan harga BBM saat ini sangat kontras dibandingkan kondisi sebelumnya, sehingga pihaknya mendukung penuh langkah DPC Organda Divisi Khusus Angkutan Barang yang merasakan langsung dampak tersebut.

Baca Juga :  Kesal Kliennya Belum Diperiksa, Arnold Musa Desak Kejari Halbar Segera Lakukan Pemeriksaan

“Kami berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, termasuk kemungkinan pengajuan penambahan kuota bio solar agar kebutuhan di lapangan dapat terpenuhi,”ujarnya.

Diketahui, kunjungan Sekretaris DPD Organda Maluku Utara ke Halmahera Barat dilakukan dalam rangka rapat penataan kembali struktur kepengurusan DPC Organda Divisi Khusus Angkutan Barang, di mana Deny Tude ditunjuk sebagai Plt Ketua untuk periode 2026–2028.

Penataan kembali struktur organisasi tersebut didasarkan pada sejumlah regulasi dan ketentuan yang berlaku, antara lain :

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Organda

Surat Keputusan MUNAS XVI Organda Nomor SKEP.007/MUNAS/XVI/ORGANDA/IV/2021 tentang penyempurnaan AD/ART

Surat Keputusan DPP Organda Nomor SKEP.089/DPP ORGANDA/IX/2025 tentang pengesahan kepengurusan DPD Organda Maluku Utara periode 2025–2030, 

serta SK DPD Organda Provinsi Maluku Utara Nomor 001/K/DPD-MALUT/III/2023. *(Ghe/Red)

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Sejak Dini, Pokja I TP-PKK Halbar Sasar Lingkungan Sekolah
25 Tahun Paroki Santo Fransiskus Xaverius Jailolo, Dari Perjalanan Iman hingga Pengabdian Sosial
Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda
Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi
Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”
Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku
Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary
Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:51 WIB

Cegah Kekerasan Sejak Dini, Pokja I TP-PKK Halbar Sasar Lingkungan Sekolah

Rabu, 2 September 2026 - 23:26 WIB

25 Tahun Paroki Santo Fransiskus Xaverius Jailolo, Dari Perjalanan Iman hingga Pengabdian Sosial

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Grelhia Lovelly Bau Bau Bawa Nama Halbar Tembus 9 Besar Nasional Lomba Pidato AHY Muda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Semarak HUT ke-25, Demokrat Halbar Hadirkan Pesta Rakyat hingga Aksi Peduli Lingkungan dan Edukasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Empat Puskesmas Baru Jadi Penguat Program “Halbar Sehat”

Berita Terbaru

error: