terasmalut — Festival Teluk Jailolo 2026, kembali menampilkan budaya makan adat Suku Sahu “Orom Sasadu” yang menjadi salah satu icon Halmahera Barat, Maluku Utara.
Ritual adat Orom Sasadu tersebut dilaksanakan di Rumah Adat Sasadu, Desa Taraudu, Kecamatan Sahu, Jumat (19/6/2026) malam. Tradisi makan adat masyarakat Sahu ini menjadi bagian dari rangkaian FTJ 2026 yang kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara.
Dalam sambutan Bupati Halmahera Barat James Uang, yang dibacakan Sekretaris Daerah Julius Marau menyampaikan, Sasadu bukan sekadar bangunan adat, melainkan simbol peradaban yang merepresentasikan nilai persatuan, musyawarah, gotong royong, dan penghormatan kepada leluhur.
”Orom Sasadu juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat Sahu yang menjunjung tinggi kebersamaan sebagai fondasi pembangunan dan kemajuan daerah,”ungkapnya.
Julius menyatakan, terkait kembalinya FTJ sebagai agenda nasional, hal itu sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis budaya.
”Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan generasi muda dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan serta tetap berakar pada identitas lokal,”tandasnya.
Ia menambahkan, bangsa yang maju adalah bangsa yang tidak melupakan akar budayanya, dan warisan leluhur harus menjadi kekuatan untuk melangkah ke masa depan.
”Saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, serta mempromosikan budaya Halmahera Barat sebagai kekayaan daerah yang bernilai bagi Indonesia dan dunia,”pungkasnya.*(Ghe/Red).
















