terasmalut — Ekspedisi Wallace menjadi salah satu agenda edukatif yang mewarnai rangkaian Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 di Desa Dodinga, Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini bertujuan mengangkat kembali nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan potensi ekowisata yang melekat pada Desa Dodinga sebagai salah satu lokasi penting dalam perjalanan ilmiah naturalis terkemuka dunia, Alfred Russel Wallace.
Desa Dodinga memiliki posisi penting dalam sejarah ilmu pengetahuan dunia. Di kawasan ini, Alfred Russel Wallace pernah melakukan pengamatan terhadap keanekaragaman hayati Halmahera dan menulis draf teori evolusi melalui seleksi alam pada tahun 1858 yang kemudian dikirimkan kepada Charles Darwin.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan ilmu biologi modern dan menempatkan Dodinga sebagai bagian dari jejak sejarah sains internasional.
“Ekspedisi Wallace tidak hanya bertujuan mengenang perjalanan seorang ilmuwan besar, tetapi juga memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya sejarah, ilmu pengetahuan, dan konservasi lingkungan. Dodinga memiliki nilai yang sangat strategis untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis sejarah dan keanekaragaman hayati,”ujar Ketua Pelaksana FTJ 2026, Julius Marau.
Menurut Julius, Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, akademisi, peneliti sejarah, serta masyarakat umum. Peserta berasal dari berbagai lembaga pendidikan dan institusi, antara lain MAN Insan Cendekia, SMA Negeri 5 Halmahera Barat, Universitas Khairun Ternate, STPK Banau, Universitas Halmahera, Universitas Bumi Hijau Maluku Utara, serta pengelola Museum Wallace Ternate.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa Halmahera Barat memiliki warisan sejarah yang diakui secara internasional. Potensi tersebut perlu dikelola secara baik agar dapat memberikan manfaat bagi sektor pendidikan, penelitian, dan pengembangan pariwisata daerah,”lanjut Julius.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat berkomitmen mendorong pengembangan konsep Eko Edu Wisata di Desa Dodinga melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku pariwisata.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan tema FTJ 2026 yang menekankan kolaborasi warisan budaya dan sejarah sebagai fondasi pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Harapan kami, Ekspedisi Wallace menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi Dodinga sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi bertaraf internasional. Dengan memanfaatkan nilai sejarah Alfred Russel Wallace secara tepat, Halmahera Barat dapat memperkenalkan kekayaan ilmu pengetahuan, budaya, dan keanekaragaman hayati daerah kepada masyarakat nasional maupun dunia,”tutup Julius Marau.
Sementara itu, Selama ekspedisi berlangsung, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Al Azis Momanda. Sebagai pemandu lapangan, ia memaparkan sejarah Benteng Dodinga, lokasi-lokasi pengamatan keanekaragaman hayati, serta hubungan kawasan tersebut dengan perjalanan penelitian Alfred Russel Wallace di Maluku Utara.
“Wallace tidak hanya meninggalkan catatan ilmiah, tetapi juga warisan pengetahuan yang masih relevan hingga saat ini. Oleh karena itu, pelestarian situs sejarah dan lingkungan alam di Dodinga menjadi tanggung jawab bersama agar dapat terus dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi generasi mendatang,” kata Al Azis Momanda di hadapan peserta ekspedisi.*(Ghe/Red).
















