terasmalut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat turun langsung memediasi penyelesaian ganti rugi lahan milik warga yang terdampak aktivitas pertambangan PT Tri Usaha Baru (TUB) di Kecamatan Loloda Tengah. Langkah tersebut dilakukan setelah proses penyelesaian yang sempat tertunda akhirnya difasilitasi melalui pertemuan bersama pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.
Mediasi yang digelar di Desa Bakun Pantai, Kecamatan Loloda Tengah, Selasa (7/7/2026), dihadiri Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad, Sekretaris Daerah Julius Marau, Kepala Bagian Pemerintahan Yuyun Mustafa, Camat Loloda Tengah Suparto Lansib, para kepala desa, serta pihak terkait untuk membahas penyelesaian ganti rugi lahan warga.
Kepada wartawan, Wabup Halbar Djufri Muhamad, menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah Daerah kemarin, bertujuan untuk menjadi poros tengah dalam menuntaskan tuntutan warga terkait ganti rugi lahan
” Jadi setelah pak Bupati perintahkan Wakil hadir menjadi pembicara dalam penyelesaian ganti rugi lahan warga oleh PT. Tri Usaha Baru (TUB). Wakil sampaikan dengan berbagai pendekatan termasuk dari segi aturan,”kata Djufri Muhamad, Kamis (9/6/2026) saat ditemui dalam lobi Kantor Bupati.
Setelah itu, Wakil Djufri mengatakan bahwa warga pun menerima, dan menuai kesepakatan-kesepakatan yang rill dengan pihak PT. Tri Usaha Baru (TUB). Selain itu Ia juga menegaskan, agar pihak Perusahaan Tambang tetap mengedepankan prinsip baik terhadap warga lingkar tambang.
“Kemarin Pemda mediasi itu bagi 13 Kepala Keluarga (KK) dari desa Nolu yang sebelumnya masih tertunda karena ada tarik-manarik namun sudah tuntas setelah dimediasi,”ucapnya.
Meski begitu, Wakil Bupati Halbar dua periode ini mengingatkan, bahwa saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat sedang berupaya menyiapkan dokumen-dokumen tambang rakyat.
“Jadi tambang rakyat ini beraktifitas diluar areal pertambangan milik PT. TUB itu bertujuan memberikan peluang ke Desa-desa untuk bisa mengoptimalkan Ekonomi desa. Sementara untuk PT. TUB sedang mempersiapkan tahapan eksplorasi dan produksi karena urusan sudah selesai,”pungkasnya.*(Ghe/Red).
















