Bupati Halmahera Barat Diminta Luruskan Kembali Klaim Royalti PT.NHM

- Jurnalis

Senin, 6 Februari 2023 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M Nofrizal Amir, Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

M Nofrizal Amir, Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

HALBAR, terasmalut.ID — Pemerintah Daerah Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara diminta meluruskan kembali klaim royalti Nusa Halmahera Mineral (NHM) yang sudah sejak lama diperjuangkan.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) ternate, M Nofrizal Amir kepada defactonews.co menyampaikan, persoalan klaim royalti NHM sudah sejak lama masyarakat dan pemerintah daerah memperjuangkannya sehingga sangat perlu untuk diluruskan kembali.

“Klaim royalti yang pernah disuarakan sejak lama, perlu diseriusi dan diluruskan oleh bupati hari ini. Apakah klaim atas royalti tersebut tak berdasar ataukah sebaliknya, pemda berhak mendapatkan hak royalti dari NHM,”kata M Nofrizal.

Nofrizal meyebut, Sepak terjang, konsistensi, dan komitmen NHM terhadap daerah perlu dipelajari, agar tidak menimbulkan penyesalan dihari depan. Tidak cukup dengan membuat kesimpulan, bahwa kehadiran NHM untuk kesejahteraan bersama.

Baca Juga :  Brigpol Charles Aniky Ungkap Permohonan Maaf Kepada Don Joao, Bupati dan Kepolisian

“Kata sejahtera itu secara leksikal adalah aman sentosa dan makmur. Aman dari segala bentuk gangguan, sentosa artinya bebas dari kesukaran, dan makmur berarti serba berkecukupan. Pertanyaannya, apakah bupati bisa menjamin kehadiran NHM, masyarakat dapat hidup aman dari gangguan bencana alam atau kualitas udara yang buruk? Bisakah bupati menjamin masyarakat berkecukupan atas produksi pangan secara mandiri?,”ucapnya.

Optimisme bahwa NHM adalah solusi daerah menurutnya merupakan cara berpikir monokausal, yakni melihat satu masalah dan mengabaikan masalah lain. Misalnya yang paling teras, kehadiran NHM dapat meningkatkan pajak daerah, namun lingkungan hidup yang akan dipertaruhkan.

“Bupati mestinya berpikir komprehensif, bahwa kehadiran NHM di Loloda Tengah, tentu punya dampak. Makanya penting untuk melibatkan masyarakat Loteng, pihak berkepentingan dan mungkin dari pihak Kesultanan Loloda. Sebab keputusan hari ini, akan sangat menentukan masa depan dan nasib masyarakat Loloda Tengah dan Halmahera Barat,”tutur Nofrizal.

Baca Juga :  Selamatkan Status STPK Banau, DPRD Halmahera Barat Temui BPK Minta Audit Tunggakan Gaji

Selain itu, Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi UMMU ternate itu menambahkan, pemda harus mengantongi data potensi emas di Loloda Tengah, serta data pemetaan berdasarkan hasil kajian sosiologis, ekonomi, hukum, pertanian, perikanan, konflik, politik, antropologi, dan ekologis.

“Kajian berbasis keilmuan tersebut, maksudnya untuk memprediksi, mengontrol, dan mendeskripsikan kondisi masyarakat, serta lingkungan hidup yang berpeluang terjadi pasca kehadiran NHM. Berangkat dari situ, barulah pemda seharusnya bersikap, menerima NHM atau menolak,”pungkasnya.

 

 

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Eghez

Berita Terkait

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
Wabup Halbar Turun Tangan, Persoalan Ganti Rugi Lahan Warga dengan PT TUB Tuntas
Perkuat Pengawasan RSUD Jailolo, Pemkab Halbar Tetapkan Dewan Pengawas Baru
Kasus RMD Belum Beranjak ke P-21, Kejari Siapkan Evaluasi Menyeluruh atas Penyidikan
Berita ini 291 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:50 WIB

Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:37 WIB

DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:34 WIB

Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:25 WIB

Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan

Berita Terbaru

error: