terasmalut — Masyarakat di wilayah Loloda Tengah (Loteng), Kabupaten Halmahera Barat, tampaknya bisa segera bernapas lega terkait pemenuhan kebutuhan transportasi massal. Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat bergerak cepat dengan resmi melayangkan surat kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, guna mengupayakan hadirnya layanan kapal perintis di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini diambil demi membuka keterisolasian warga di 10 desa yang selama ini kesulitan mendapatkan akses transportasi yang layak dan aman.
“Jadi hari ini atas perintah Pak Bupati, kami sudah melayangkan surat ke Gubernur. Kemudian suara permintaan masyarakat Halmahera Barat khususnya Loloda Tengah ini nantinya ditindaklanjuti Gubernur ke Kementerian Perhubungan,”jelas Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Barat, Fabianus Atajalim, kepada wartawan pada Rabu (29/7/2026).
Menurut Fabianus, aspirasi masyarakat dari 10 desa di Loloda Tengah tersebut memang sangat krusial dan harus didorong hingga ke tingkat pusat agar segera direalisasikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mantan Camat Loloda Tengah ini mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat setempat merasa sangat terisolasi akibat minimnya infrastruktur transportasi yang memadai.
“Kalau hanya berharap akses darat itu belum efektif, apalagi dalam kondisi hujan, akses darat pasti tidak bisa dilalui masyarakat di Loloda Tengah. Sehingga satu-satunya akses yang bisa dilalui adalah dengan transportasi laut,”ungkap Fabianus.
Mantan Camat Loteng ini menambahkan, selama ini warga terpaksa mengandalkan perahu rakyat berkapasitas kecil, sekitar 2 sampai 5 Gross Tonnage (GT). Penggunaan perahu kecil ini dinilai sangat berisiko tinggi dan bisa berakibat fatal apabila masyarakat harus bepergian di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan tersebut.
Melalui surat resmi yang telah dikirimkan, Pemda Halmahera Barat menaruh harapan besar agar Gubernur Sherly Tjoanda dapat segera mengawal usulan ini ke Kemenhub. Pemda meminta adanya perubahan atau penambahan rute singgah untuk kapal perintis KM Sabuk Nusantara 35 agar minimal bisa melakukan labuh jangkar di Desa Barataku.
Upaya ini pun tampaknya mulai menemui titik terang. Fabianus membagikan kabar gembira bahwa pada Rabu hari ini, tim konsultan dari Kementerian Perhubungan sudah langsung turun ke lapangan di Desa Barataku. Kehadiran tim tersebut bertujuan untuk meninjau langsung dan mengukur tingkat kedalaman air di lokasi yang diproyeksikan sebagai tempat labuh jangkar kapal perintis nantinya.
“Dengan adanya peninjauan teknis ini, harapan masyarakat Loloda Tengah untuk menikmati transportasi laut yang lebih aman, murah, dan representatif mudah-mudahan cepat menjadi kenyataan,”pungkasnya.*(Ghe/Red).















