Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Surat telah dikirim ke Gubernur, tim teknis Kemenhub mulai mengukur kedalaman perairan Desa Barataku.

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fabianus Atajalim, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Barat (Dok/Ist)

Fabianus Atajalim, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Barat (Dok/Ist)

terasmalut — Masyarakat di wilayah Loloda Tengah (Loteng), Kabupaten Halmahera Barat, tampaknya bisa segera bernapas lega terkait pemenuhan kebutuhan transportasi massal. Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat bergerak cepat dengan resmi melayangkan surat kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, guna mengupayakan hadirnya layanan kapal perintis di wilayah tersebut.

Langkah strategis ini diambil demi membuka keterisolasian warga di 10 desa yang selama ini kesulitan mendapatkan akses transportasi yang layak dan aman.

“Jadi hari ini atas perintah Pak Bupati, kami sudah melayangkan surat ke Gubernur. Kemudian suara permintaan masyarakat Halmahera Barat khususnya Loloda Tengah ini nantinya ditindaklanjuti Gubernur ke Kementerian Perhubungan,”jelas Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Barat, Fabianus Atajalim, kepada wartawan pada Rabu (29/7/2026).

Menurut Fabianus, aspirasi masyarakat dari 10 desa di Loloda Tengah tersebut memang sangat krusial dan harus didorong hingga ke tingkat pusat agar segera direalisasikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mantan Camat Loloda Tengah ini mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat setempat merasa sangat terisolasi akibat minimnya infrastruktur transportasi yang memadai.

Baca Juga :  Milad ke-113, PDPM Halbar Gali Strategi Kemandirian Pangan Daerah Melalui Dialog

“Kalau hanya berharap akses darat itu belum efektif, apalagi dalam kondisi hujan, akses darat pasti tidak bisa dilalui masyarakat di Loloda Tengah. Sehingga satu-satunya akses yang bisa dilalui adalah dengan transportasi laut,”ungkap Fabianus.

Mantan Camat Loteng ini menambahkan, selama ini warga terpaksa mengandalkan perahu rakyat berkapasitas kecil, sekitar 2 sampai 5 Gross Tonnage (GT). Penggunaan perahu kecil ini dinilai sangat berisiko tinggi dan bisa berakibat fatal apabila masyarakat harus bepergian di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan tersebut.

Melalui surat resmi yang telah dikirimkan, Pemda Halmahera Barat menaruh harapan besar agar Gubernur Sherly Tjoanda dapat segera mengawal usulan ini ke Kemenhub. Pemda meminta adanya perubahan atau penambahan rute singgah untuk kapal perintis KM Sabuk Nusantara 35 agar minimal bisa melakukan labuh jangkar di Desa Barataku.

Baca Juga :  Buka Latsar CPNS Golongan II dan III Secara Resmi, Ini Pesan Wabup Halbar

Upaya ini pun tampaknya mulai menemui titik terang. Fabianus membagikan kabar gembira bahwa pada Rabu hari ini, tim konsultan dari Kementerian Perhubungan sudah langsung turun ke lapangan di Desa Barataku. Kehadiran tim tersebut bertujuan untuk meninjau langsung dan mengukur tingkat kedalaman air di lokasi yang diproyeksikan sebagai tempat labuh jangkar kapal perintis nantinya.

“Dengan adanya peninjauan teknis ini, harapan masyarakat Loloda Tengah untuk menikmati transportasi laut yang lebih aman, murah, dan representatif mudah-mudahan cepat menjadi kenyataan,”pungkasnya.*(Ghe/Red).

Berita Terkait

Respons Aksi Warga Loteng, Irene : Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Trayek Kapal Akan Diperjuangkan
Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak
Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi
Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal
DPRD Halbar Ketok Palu Dua Ranperda Strategis, Fokus Nelayan dan Pilkades Serentak
Emosi di IGD Berujung Laporan Polisi, Ketua Organda Halbar Diduga Caci dan Intimidasi Dokter
Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
Yakin Tak Bersalah ! Keluarga Tersangka Dugaan Fitnah Tantang Kapolres Halbar Sumpah Pocong, Ajukan Praperadilan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:19 WIB

Harapan 10 Desa di Loloda Tengah Mulai Terjawab, Pemda Usulkan Kapal Perintis

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Respons Aksi Warga Loteng, Irene : Keselamatan Warga Jadi Prioritas, Trayek Kapal Akan Diperjuangkan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:10 WIB

Hari Anak Nasional, Pokja I TP-PKK Halbar Gaungkan Gerakan Bersama Lindungi Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:06 WIB

Terisolasi Bertahun-tahun, Warga Loloda Tengah Nekat Hadang Kapal Perintis Ditengah Gelombang Tinggi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:50 WIB

Ketua Organda Halbar Buka Suara soal Video Viral di RS Jailolo: Akui Emosi, Bantah Intimidasi Dokter Secara Personal

Berita Terbaru

error: