terasmalut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, menerima dukungan program pertanian dari Kementerian Pertanian melalui bantuan untuk pengembangan lahan seluas 1.400 hektare. Program pengembangan lahan melalui Bibit Jagung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di daerah.
Bupati Halmahera Barat James Uang menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta Kementerian Pertanian atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat petani di Halmahera Barat. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan agenda pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
“Selaku pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia yang begitu konsisten mendorong program ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia, termasuk di Halmahera Barat. Bantuan bibit jagung ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat petani dan menjadi bagian dari implementasi Asta Cita,”kata James Uang.
Ia berharap bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani, mulai dari proses penanaman hingga menghasilkan panen yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah daerah, kata James, juga akan terus mendorong peningkatan produktivitas komoditas pertanian, khususnya jagung yang memiliki potensi dikembangkan di Halmahera Barat.
“Kepada para petani, saya berharap bibit yang diberikan ini benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik hingga dapat dipanen. Harapan pemerintah adalah terjadi peningkatan produksi serta produktivitas petani jagung di Halmahera Barat, sehingga hasil pertanian dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,”ujarnya.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada kelompok tani yang berada di sejumlah wilayah binaan di Kabupaten Halmahera Barat. Kelompok penerima tersebut antara lain berasal dari Desa Gamlamo, Marimabati, Acango, Bobo Jiko, Soakonora, Bobo, Payo, Jalan Baru, Gufasa, Hatebicara, Akediri, Tedeng, Porniti, dan Payo Tengah.
James mengingatkan para penerima bantuan agar menjadikan program tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas usaha tani, bukan sekadar bantuan yang diterima untuk kebutuhan jangka pendek.
Politisi partai Demokrat ini mengemukakan, Kesadaran dan partisipasi petani dinilai menjadi faktor penting agar program pemerintah dapat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat petani yang hadir untuk menerima dan memanfaatkan bantuan ini dengan penuh kesadaran. Bibit yang diberikan harus dijaga, ditanam, dan dikembangkan dengan baik, karena tujuan akhirnya adalah meningkatkan produksi sekaligus memperkuat perekonomian keluarga petani,”kata James.
Selain bantuan pengembangan lahan pertanian, James, juga menyebut adanya dukungan untuk pengembangan komoditas perkebunan. Dalam waktu dekat, sebanyak 1.300 bibit kelapa akan disalurkan kepada 1.300 petani, disertai dukungan biaya penanaman yang disiapkan melalui Kementerian Pertanian.
“Dalam waktu dekat akan ada 1.300 bibit kelapa yang dibagikan kepada 1.300 petani. Selain kelapa, dukungan tersebut juga mencakup komoditas pala. Pemerintah menyiapkan anggaran biaya tanam melalui Kementerian Pertanian, sehingga bantuan ini tidak hanya berhenti pada pemberian bibit, tetapi diharapkan benar-benar berkembang menjadi usaha produktif masyarakat,”jelasnya.
Menurut James, dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian dan perkebunan merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, bahwa Pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program pembangunan sektor pertanian dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat Halmahera Barat.
“Ini adalah perhatian dan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Ketahanan pangan menjadi salah satu bagian penting dari visi dan misi Prabowo-Gibran sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan. Kebijakan-kebijakan pemerintah seperti ini ditujukan kepada masyarakat petani di seluruh Indonesia, termasuk para petani di Halmahera Barat,”tutup James Uang.*(Ghe/Red).















