terasmalut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, menyerahkan sejumlah aset daerah yang berada di kawasan Pelabuhan Jailolo kepada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo.
Penyerahan yang dilaksanakan di ruang rapat Bupati Halmahera Barat pada Rabu (16/09/26), tersebut diarahkan untuk mendukung optimalisasi pengelolaan aset sekaligus memperkuat rencana pengembangan infrastruktur transportasi laut di daerah di Halmahera Barat.
Kepala UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, mengatakan penyerahan aset tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengelolaan kawasan pelabuhan. Menurutnya, terdapat aset pemerintah daerah yang lokasinya berdekatan dan beririsan dengan aset pelabuhan sehingga perlu ditata agar pengembangan kawasan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
“Kami dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk menerima hibah aset yang ada di Pelabuhan Jailolo, yaitu fasilitas dermaga perla yang berdekatan dengan aset kami. Setelah mempertimbangkan kebutuhan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, terdapat dua aset yang beririsan sehingga saya berkoordinasi dengan Bapak Bupati agar diserahkan kepada kami untuk pengembangannya lebih optimal,”kata Rosihan.
Ia menjelaskan, penataan aset tersebut juga berkaitan dengan rencana studi pengembangan Pelabuhan Jailolo yang akan dilakukan pada tahun ini. Keberadaan aset daerah dalam kawasan yang menjadi objek studi, kata dia, perlu ditata sejak awal agar proses perencanaan pengembangan pelabuhan dapat berjalan lebih efektif dan memiliki kepastian dalam pemanfaatan kawasan.
“Karena tahun ini kami ada studi untuk pengembangan Pelabuhan Jailolo, di area tersebut terdapat aset Pemda Halbar sehingga akan cukup sulit apabila belum ditata. Jadi, poin dasarnya adalah serah terima aset agar proses pengembangan pelabuhan ke depan dapat dilakukan secara lebih optimal,”ujarnya.
Rosihan menambahkan, pengembangan Pelabuhan Dodinga juga membutuhkan kajian teknis serta dukungan anggaran yang cukup besar. Dalam kondisi fiskal daerah yang terbatas, ia menilai keterlibatan pemerintah pusat menjadi bagian penting untuk memastikan rencana pengembangan pelabuhan dapat dipersiapkan secara matang dan berkelanjutan.
“Untuk Pelabuhan Dodinga, tentu membutuhkan kajian dan dana yang besar. Karena itu, lebih baik apabila pelabuhan tersebut diserahkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan perhatian khusus agar dapat dikembangkan apalagi fiskal sekarang cukup terbatas,”katanya.
Menurut Rosihan, pihaknya akan berupaya mendorong kebutuhan pengembangan Pelabuhan Dodinga dan Jailolo masuk dalam perencanaan serta penganggaran pemerintah pusat. Upaya tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Halbar serta pemangku kepentingan terkait.
“Saya berupaya untuk memasukkannya ke dalam APBN. Insyaallah saya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan Pelabuhan Dodinga maupun Jailolo. Kami akan berupaya semaksimal mungkin melalui kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta stakeholder terkait di Halmahera Barat ke depan,”ujar Rosihan.
Sementara itu, Bupati Halbar James Uang menyampaikan apresiasi kepada UPP Kelas III Jailolo atas kerja sama dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui sektor perhubungan menjadi bagian penting dalam mempercepat peningkatan fasilitas publik di Halbar.
“Atas nama Pemerintah Daerah Halmahera Barat, saya menyampaikan terima kasih kepada KUPP Jailolo atas kerja samanya sehingga ada beberapa program besar yang dibawa dalam kepemimpinan JUJUR bisa berjalan dengan baik. Demi pengembangan ke depan, Pemerintah Daerah akan terus mendukung pengembangan Pelabuhan Jailolo,”kata James.
James mengatakan, pengembangan Pelabuhan Jailolo ke depan mencakup rencana perpanjangan dermaga sekitar 50 meter sekaligus pelebaran fasilitas pelabuhan. Peningkatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan pelabuhan dan menyediakan fasilitas transportasi laut yang semakin memadai bagi masyarakat Halbar.
“Pelabuhan Jailolo nantinya akan diperpanjang kurang lebih 50 meter lagi dan juga diperlebar. Tentu ini dalam rangka menyiapkan sarana dan fasilitas umum bagi masyarakat Halmahera Barat dengan Pelabuhan Jailolo yang semakin bagus. Insyaallah ke depan kapal-kapal Pelni juga bisa singgah di Pelabuhan Jailolo,”ujarnya.
James menegaskan, pengembangan kawasan pelabuhan merupakan bagian dari kolaborasi pembangunan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.
Politisi partai Demokrat ini juga menyebut penataan kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang direncanakan memasuki tahap tender pada November sebagai bagian yang perlu disinergikan dengan pengembangan kawasan sekitar pelabuhan.
“Penyerahan dua aset ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Halmahera Barat yang lebih baik, Jika kawasan Pelabuhan Jailolo dan FTJ nantinya terkoneksi tentu akan semakin memperkuat wajah Jailolo sebagai ibu kota kabupaten, dan Kita berharap pengelolaan aset ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,”pungkasnya.*(Ghe/Red).















