terasmalut – Rencana penambahan kapal cepat pada jalur pelayaran Jailolo–Ternate mendapat penolakan dari Asosiasi Speed Boat Jailolo. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Asosiasi, Alon Gafur, usai melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah, dan Wakil Ketua I DPRD Halbar pada Senin (5/5/2025).
Alasan utama penolakan tersebut adalah kekhawatiran dampak ekonomi terhadap para awak speed boat yang selama ini melayani rute yang sama. Menurut Alon, saat ini saja jumlah penumpang di Pelabuhan Jailolo masih tergolong minim.
“Silaturahmi ini kami lakukan untuk menyampaikan keluhan dari Asosiasi terkait rencana penambahan kapal cepat. Saat ini saja penumpang di pelabuhan sering kali sepi. Kalau ada penambahan kapal cepat, bagaimana nasib armada speed boat yang sudah ada?,”ujar Alon.
Politisi Partai Gerindra Halbar ini menjelaskan, Asosiasi tidak menolak sepenuhnya kehadiran kapal cepat tambahan. Namun, ia menilai perlu ada peninjauan ulang terhadap urgensi penambahan kapal cepat, khususnya dengan mempertimbangkan volume penumpang saat ini.
“Bukan kami menolak, tapi kami minta ditunda dulu. Jika suatu saat penumpang di pelabuhan memang melonjak signifikan, kami dari Asosiasi siap menerima tambahan kapal cepat untuk melayani masyarakat,” jelasnya.
Alon juga merinci bahwa saat ini dalam satu hari, rata-rata hanya tiga unit speed boat yang beroperasi dengan kapasitas 17 penumpang per unit. Bahkan, pada sore hari setelah pukul 14.00 WIT, sebagian besar speed boat tidak lagi mendapatkan penumpang.
“Dari total 29 unit speed boat yang beroperasi di Pelabuhan Jailolo, banyak yang harus menunggu hingga tiga sampai empat jam hanya untuk mengisi satu trip. Ini menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan menambah kapal cepat,”tandasnya.*(Ghe/Red)














