terasmalut – Laga antara Bukit Belimbing dan Afalego dalam Turnamen Gawang Sedang Antar-RT Persebal Cup II Desa Bobanehena berakhir dengan kejutan. Tim Bukit Belimbing berhasil mematahkan ambisi besar Afalego dengan kemenangan tipis namun krusial, 1-0.
Sejak awal pertandingan, intensitas tinggi langsung diperlihatkan oleh skuad Bukit Belimbing. Peluit pertama dari wasit Rudi Wea menjadi penanda dominasi awal mereka, Sejumlah peluang tercipta dari kombinasi cepat lini depan, namun belum ada yang mampu menembus gawang Munawir, penjaga Afalego.
Babak pertama ditutup dengan skor kacamata Meskipun secara statistik unggul, Bukit Belimbing belum mampu mengonversi peluang menjadi gol. Sementara Afalego terlihat kesulitan membangun serangan yang berarti.
Memasuki babak kedua, tekanan dari Bukit Belimbing semakin menjadi. Beberapa peluang dari Fadlun, Refi, dan Muflis kembali menebar ancaman. Namun kokohnya lini belakang Afalego masih mampu menahan gempuran.
Puncak pertandingan terjadi pada menit ke-15 babak kedua. Gelandang jangkar Bukit Belimbing, Under, melakukan pergerakan cerdas dari sisi kanan. Ia berhasil menerobos pertahanan dan mengirimkan umpan matang ke kotak penalti.
Bola tersebut disambar oleh Fadlun, pemain bernomor punggung 18 Dengan penyelesaian tenang, Fadlun melesakkan bola ke dalam gawang dan membawa Bukit Belimbing unggul 1-0, Gol ini sekaligus menjadi satu-satunya penentu kemenangan.
Afalego yang sejak awal mengandalkan beberapa pemain luar dari Dodinga, Acango, dan Tauro tampak kesulitan mengimbangi ritme permainan lawan. Kepercayaan diri mereka yang sempat diumbar di media sosial, perlahan pudar di hadapan kenyataan lapangan.
Kapten tim Bukit Belimbing, Under, mengungkapkan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kekompakan dan kerja keras seluruh pemain lokal RT IV. Ia juga menyinggung pernyataan Afalego sebelumnya yang terlalu percaya diri akan menang 3-0.
“Nyatanya, mereka hanya unggul dalam kata-kata. Di lapangan, kami buktikan siapa yang layak melaju,”ujar Under tegas.
Hasil ini memastikan Bukit Belimbing lolos ke babak selanjutnya, sekaligus mengubur mimpi Afalego untuk melanjutkan perjuangan di Persebal Cup II.
Sebuah pelajaran bahwa permainan tidak hanya ditentukan oleh nama, tapi juga oleh kerja sama dan mental bertanding.
Afalego pun harus menerima kenyataan bahwa laga bukan sekadar ajang pamer strategi di media, tapi medan sebenarnya adalah di lapangan.*(Red/tm).













