Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan

Direktur sebut informasi Rp22 miliar perlu diluruskan agar tidak menyesatkan publik

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Jailolo, dr. Novi M. Drakel

Direktur RSUD Jailolo, dr. Novi M. Drakel

terasmalut — Direktur RSUD Jailolo, dr. Novi M. Drakel, meluruskan polemik realisasi anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun 2025 yang disebut mencapai Rp22 miliar, dengan menegaskan bahwa penggunaan anggaran tetap mengacu pada pagu resmi sebesar Rp19 miliar sesuai mekanisme pengelolaan keuangan daerah.

Ia menyampaikan bahwa informasi mengenai realisasi BLUD RSUD Jailolo tahun 2025 sebesar Rp22 miliar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. Menurutnya, berdasarkan dokumen perencanaan dan penganggaran yang berlaku, realisasi BLUD disesuaikan dengan pagu indikatif yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp19 miliar.

“Pengelolaan dan penggunaan anggaran tetap mengacu pada pagu Rp19 miliar sebagai bentuk kepatuhan terhadap mekanisme tata kelola keuangan daerah,”ujarnya.

Dosen Kedokteran Unkhair Ternate ini menegaskan, meskipun dalam praktiknya pendapatan rumah sakit dapat melampaui angka tersebut, penggunaan anggaran tetap dibatasi sesuai pagu yang telah disahkan.

Baca Juga :  Efektifkan Pelayanan Pada Pasien, RSUD Jailolo Luncurkan Website ISURE

Lebih lanjut, dr. Novi menjelaskan terkait anggaran obat sebesar Rp4 miliar yang kerap menjadi perhatian. Menurutnya, alokasi tersebut tidak hanya digunakan untuk pengadaan obat, tetapi juga mencakup belanja Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) serta kebutuhan gas medis seperti oksigen.

“Komponen ini merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, sehingga tidak bisa dipisahkan hanya sebagai anggaran obat semata,”jelasnya.

Ia menambahkan, secara proporsional anggaran tersebut berkisar 36 persen dari total pagu Rp19 miliar. Ke depan, pihak rumah sakit akan terus berupaya meningkatkan porsi anggaran obat guna menjawab kebutuhan layanan yang terus berkembang.

Di sisi lain, RSUD Jailolo juga menghadapi peningkatan signifikan jumlah kunjungan pasien. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan obat, BMHP, gas medis, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya seperti jasa tenaga medis dan pembayaran utilitas.

“Dengan meningkatnya volume layanan, kebutuhan operasional rumah sakit juga bersifat dinamis dan terus berkembang,”katanya.

Baca Juga :  Reses DPRD Malut di Sahu, Warga Sampaikan Aspirasi Pembangunan dan Layanan Publik

Selain itu, ia turut menyinggung mekanisme pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan yang dilakukan secara bertahap setiap bulan. Sistem tersebut, menurutnya, menjamin transparansi dan akuntabilitas, namun di sisi lain juga memengaruhi arus kas rumah sakit.

“Kami tetap harus menjaga kesinambungan pelayanan di tengah proses verifikasi dan pencairan klaim yang berjalan,”tambahnya.

Menurut dr. Novi, penting bagi publik untuk melihat persoalan ini secara menyeluruh, mulai dari aspek regulasi penganggaran, komposisi belanja operasional, peningkatan beban layanan, hingga mekanisme pembiayaan dari BPJS.

Ia menegaskan, RSUD Jailolo tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara bertahap dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pemerataan layanan bagi seluruh masyarakat.

“Komitmen kami adalah menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Halmahera Barat tanpa membedakan latar belakang, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi,”tandasnya.*(Ghe/Red)

 

 

Berita Terkait

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 
Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja
Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai
Bupati dan DPRD Turun Langsung Verifikasi Keluhan Obat dan Pelayanan di Rumah Sakit Jailolo
Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD
Meri Popala Turun Langsung, Pastikan Kondisi Warga Pengungsi Halbar
Dua Pejabat Administrator Halbar Dilantik, Ini Pesan Tegas Sekda
Dasril: Tak Ada Toleransi untuk Ajakan Kekerasan Oknum DPRD Malut
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:51 WIB

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Minggu, 12 April 2026 - 13:37 WIB

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Sabtu, 11 April 2026 - 14:56 WIB

RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan

Jumat, 10 April 2026 - 13:23 WIB

Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai

Kamis, 9 April 2026 - 20:23 WIB

Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD

Berita Terbaru

Bendahara BKAD Halbar, Arnike Saba, didampingi Sejumlah pengurus Apdesi Halbar dalam konferensi pers membantah adanya dugaan pemotongan Siltap Pemerintah Desa (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Senin, 13 Apr 2026 - 14:51 WIB

Dasril Hi. Usman, Ketua DPD PAN Halmahera Barat (dok/tm)

Halmahera Barat

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Minggu, 12 Apr 2026 - 13:37 WIB

Direktur RSUD Jailolo, dr. Novi M. Drakel

Halmahera Barat

RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan

Sabtu, 11 Apr 2026 - 14:56 WIB

error: