Wujudkan Program “Halbar Sehat”, Pemkab Halbar Gencar Penurunan Angka Stunting

- Jurnalis

Jumat, 12 Juli 2024 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa

Istimewa

JAILOLO, TM – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), intens melakukan pencegahan penurunan stunting.

Hal ini dibuktikan adanya Rapat Koordinasi Pelaksanaan Audit Kasus Stunting (AKS ) Tahap I bertempat diruang rapat Wakil Bupati Halbar, Jailolo, Jum’at (12/07/2024), dengan melibatkan Duta orang Tua Hebat Ny. Meri Popala Uang beserta sejumlah OPD terkait sebagai upaya menggencar penurunan angka stunting guna mewujudkan program pemerintahan JUJUR yakni Halbar Sehat.

Kepala Dinas P2KB kabupaten Halbar, Rosfintje Kalengit, mengatakan di Halmahera Barat ada 7000 lebih keluarga yang beresiko stunting yang harus di intervensi, untuk mencegahnya mulai dari Remaja. Menurutnya, dari 7000 sekian jika tidak melakukan pencegahan akan menimbulkan stunting-stunting yang baru.

“Karena dari 7000 sekian jika kita tidak melakukan pencegahan maka akan timbul stunting-stunting yg lain, ” Ungkapnya

Untuk itu, langkah mencegahnya harus dimulai dari remaja melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR) yang sudah dibentuk oleh P2KB Kabupaten Halmahera Barat. dengan adanya Bina Keluarga Remaja (BKR) di masing-masing desa, orang tua yang memiliki anak remaja akan diberikan pemahaman.

Baca Juga :  Dinas Sosial Halbar Tindaklanjuti Dugaan Pungli Oleh Pendamping Sosial di Desa Pateng

“Untuk pencegahan awal kita sampaikan kepada orang tua yang memiliki anak remaja, agar mereka bisa mengontrol anak dalam pergaulan sehari hari, karena mereka lebih tahu,”kata Rosfintje.

Selain itu, ada juga pusat informasi dan konseling Remaja dengan programnya adalah genre atau generasi berencana.

“Jadi anak-anak itu kita kumpulkan untuk memberikan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, karena jika salah dalam pergaulan berarti resikonya ada, bika tidak dilakukan pembinaan secara dini, maka kemungkinan terjadi kehamilan, Reproduksinya belum siap, ekonomi belum siap, akan berpengaruh tingkat perceraian lebih tinggi, dan angka stunting juga semakin naik” Terangnya.

Jadi untuk keluarga yang beresiko stunting maka intervensinya dilakukan secara konvergensi dengan OPD terkait. Misalnya, masalah air bersih, jamban domainnya ada Dinas PU sedangkan untuk pendidikan Domainnya ada di Dinas Pendidikan.

Baca Juga :  Sebagian Besar Tambang Galian C di Halbar Beroperasi Tanpa Izin

Terpisah Duta Orang Tua Hebat, Meri Popala Uang, mengatakan dalam pelaksanaan Audit Kasus Stunting semua kegiatan harus dikoordinasikan semua stekholder baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun di tingkat desa harus dilibatkan.

Rapat koordinasi koordinasi AKS menghadirkan Kepala Puskesmas Jailolo, Puskesmas Kota, Puskesmas Sahu, puskesmas balisoang, puskesmas Sahu timur , Puskesmas Akelamo dan Puskesmas Gulao Kusuma untuk segera menangani 22 kasus berdasarkan aksi intervensi Juni lalu.
.
“Atas dasar tersebut kami segera melaksanakan audit kasus melalui intervensi yang tepat sasaran agar tidak meraba-raba meraba-raba, “ungkapnya

Tak hanya itu, Lanjut Ketua PKK Halbar ini, satuan tugas provinsi juga turut dihadirkan guna mempersentasikan persiapan untuk mencegah 22 kasus yang sasarannya anak balita agar segera diatasi dan memberikan pelayanan.

“karena batas usia dua tahun keatas tidak bisa lgi di intervensi atau disebut 1000 hpk atau 1000 hari pertama kehidupan,”tandas Istri Bupati Halbar.

Berita Terkait

Babak Baru Polemik RSUD Jailolo, DPRD Halbar Bidik Tata Kelola dan Anggaran
Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis
Perubahan Kebijakan Bikin Program Desa Tertunda, Ini Penjelasan Kades Pumadada
Polsek Ibu Bergerak Cepat, Kasus Parang dan Miras Langsung Disidang
Hardiknas 2026, Halmahera Barat Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas
PGRI Halbar Beberkan Proses Pemindahan Gedung UKS, Anggaran Rp225 Juta
Menuju Tanah Suci, Bupati James Uang Lepas 19 JCH Halbar Secara Resmi
Hikayat : Penolakan Investasi Harus Berbasis Kajian, Halbar Butuh Gagasan Bukan Retorika Kosong
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:37 WIB

Babak Baru Polemik RSUD Jailolo, DPRD Halbar Bidik Tata Kelola dan Anggaran

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:42 WIB

Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:37 WIB

Perubahan Kebijakan Bikin Program Desa Tertunda, Ini Penjelasan Kades Pumadada

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polsek Ibu Bergerak Cepat, Kasus Parang dan Miras Langsung Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:53 WIB

Hardiknas 2026, Halmahera Barat Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas

Berita Terbaru

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Halmahera Barat, dr. Dominikus Gideon (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Memanas! IDI Halbar Respons Pernyataan Sekwan Soal Tenaga Medis

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:42 WIB

Sidang tipiring yang digelar oleh Pengadilan Negeri Ternate yang bersidang di Jailolo (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Polsek Ibu Bergerak Cepat, Kasus Parang dan Miras Langsung Disidang

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:48 WIB

error: