Pemprov Malut–Balai CK Sinergi Tangani Krisis Air Bersih Tolofuo

Sinergitas Pemprov Malut dan Balai CK siapkan pompa, tangki air, serta genset untuk pemulihan layanan dasar

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan Balai Cipta Karya (CK) Kementerian PUPR. (Dok/Ist)

Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan Balai Cipta Karya (CK) Kementerian PUPR. (Dok/Ist)

terasmalut — Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Balai Cipta Karya (Balai CK) Kementerian PU-PR mempercepat penanganan krisis air bersih di Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, menyusul banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada awal Januari 2026. Bencana hidrometeorologi itu mengakibatkan rusaknya sumber air minum utama serta jaringan distribusi air bersih desa, sehingga masyarakat kehilangan akses terhadap air layak konsumsi.

Percepatan penanganan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar pada Jumat, 16 Januari 2026, antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara dengan Balai CK. Rapat tersebut menyepakati langkah terpadu penanganan darurat dan jangka panjang untuk memastikan pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Tolofuo.

Baca Juga :  Pemda Halbar Gelar Rapat Kesiapan Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Ibu

Dalam hasil rapat tersebut, Gubernur Maluku Utara melalui Dinas PUPR menyatakan komitmennya membantu masyarakat dengan menyalurkan 200 unit galon air minum. Bantuan ini diberikan selama masa perbaikan sumber air minum dan jaringan distribusi yang ditangani oleh Balai CK, guna menjamin ketersediaan air minum aman bagi warga.

Balai CK selanjutnya akan melakukan penanganan cepat atau jangka pendek dengan memanfaatkan sumur bor di RT 03 Desa Tolofuo sebagai sumber air alternatif. Untuk mendukung operasional distribusi, Balai CK menyiapkan satu unit pompa air, tiga unit tangki profil, serta satu unit genset agar pasokan air dapat segera diakses masyarakat.

Penanganan jangka pendek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari, yakni pada 17–19 Januari 2026. Tahap ini difokuskan pada pemulihan sementara layanan air bersih sebagai respons cepat terhadap dampak banjir dan longsor yang merusak infrastruktur dasar desa.

Baca Juga :  Kritik Keselamatan Berujung Penolakan? DPRD dan Dishub Halbar Diminta Panggil Pengelola Speedboat

Selain itu, Balai CK juga akan melaksanakan penanganan jangka panjang berupa perbaikan intake serta pipa distribusi air minum yang rusak akibat bencana. Perbaikan menyeluruh ini direncanakan berlangsung selama satu bulan dan akan dimulai setelah tahap penanganan jangka pendek selesai.

Melalui skema bertahap tersebut, pemerintah Provinsi menargetkan layanan air minum bersih di Desa Tolofuo dapat kembali berfungsi secara normal sebelum memasuki bulan Ramadan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Halmahera Barat yang berfokus pada pemulihan layanan dasar dan penguatan ketahanan infrastruktur air bersih.*(tm/red)

Berita Terkait

Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi
Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi
TAPD Halbar Tindak Lanjuti Evaluasi Provinsi, APBD Perubahan Menunggu Nomor Registrasi
APBD Perubahan Halbar Terancam Mandek, DPRD Desak TAPD Segera Tuntaskan Koreksi Provinsi
Tekan Biaya Logistik, Pemprov Malut Usulkan Tambahan Subsidi di Tiga Pelabuhan Halmahera Barat
KPK Periksa Nusron Wahid, Delapan Tersangka Kasus Suap HGB Jadi Sorotan
Soal Putusan MK, Refly Harun: Gibran Seharusnya Pakai Etika Berpemerintahan
Di Bawah Pembinaan IMI Halbar, Dua Tim Raih Tiga Prestasi di Road Race Piala Gubernur Malut
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:44 WIB

APBD Perubahan Halbar Terancam Mandek, DPRD Desak TAPD Segera Tuntaskan Koreksi Provinsi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Tekan Biaya Logistik, Pemprov Malut Usulkan Tambahan Subsidi di Tiga Pelabuhan Halmahera Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:25 WIB

KPK Periksa Nusron Wahid, Delapan Tersangka Kasus Suap HGB Jadi Sorotan

Berita Terbaru

error: