Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku

Upacara HUT ke-81 RI kembali digelar dengan perjuangan warga menembus jalur darat dan laut dari berbagai desa

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

terasmalut — Setelah dua tahun vakum (2024–2025), upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, akhirnya kembali digelar pada Senin (17/8/2026). Berpusat di Lapangan Barataku, momen bersejarah ini berlangsung khidmat dan diwarnai isak tangis haru dari warga yang rindu akan atmosfer kemerdekaan.

Keberhasilan ini terbilang luar biasa mengingat persiapan yang sangat singkat. Camat Loloda Tengah, Suparto Lansib, tercatat baru bertugas selama 36 hari kerja sejak dilantik pada 24 Juni 2026 lalu. Namun, dalam waktu singkat, ia langsung bergerak cepat membentuk Panitia Hari Besar Nasional (PHBN).

“Waktu kami sangat terbatas, namun kerinduan masyarakat yang mendalam akan upacara 17 Agustus menjadi bahan bakar utama kami. Ini adalah kerja keras bersama antara pemerintah kecamatan, TNI-Polri, PHBN, dan seluruh elemen warga yang bahu-membahu menyukseskan acara,” ujar Camat Loloda Tengah, Suparto Lansib, saat ditemui usai upacara.

Antusiasme warga tidak surut meski harus berhadapan dengan tantangan geografis yang berat. Sejak pagi buta, delegasi dari berbagai desa, dewan guru, hingga pelajar berbondong-bondong menuju ibu kota kecamatan. Mereka rela menempuh jalur darat dan laut yang ekstrem demi bisa memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih.

Baca Juga :  Salurkan Bantuan Kemanusiaan, Pemda Halbar Ucapkan Terima Kasih ke Danrem 152 Babullah

Momen paling menyentuh perhatian terjadi saat pengibaran bendera. Secara mengejutkan, Camat Suparto mengambil keputusan berani dengan memercayakan posisi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) kepada siswi tingkat SMP, sebuah langkah tidak biasa untuk upacara tingkat kecamatan.

Tugas krusial ini diemban oleh siswi SMP Negeri 26 Halmahera Barat, yakni Norvria Silianti Doteuwa sebagai pembawa bendera, serta Gerlin Ipah dan Meylina Sintia Eklesia Kaluase sebagai pengapit. Pengambilan keputusan ini sempat memicu keraguan dari beberapa tokoh masyarakat.

Namun, keraguan itu sirna ketika ketiga siswi tersebut sukses mengibarkan Sang Merah Putih dengan kedisiplinan tinggi. Keberhasilan ini membuat suasana lapangan Barataku seketika banjir air mata haru dari para peserta upacara.

“Awalnya kami sempat ragu karena mereka masih anak SMP. Namun, melihat ketegasan langkah kaki dan keberhasilan mereka mengibarkan bendera tanpa cela, saya tidak bisa menahan air mata. Kami semua sangat bangga,” ungkap Kristofel Sakalati, anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat yang juga bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi.

Baca Juga :  Pekan Ini, KKSG Malut Bakal Menggelar Pelantikan Pengurus Periode 2023-2027 dan Raker I

Upacara ini juga dihadiri oleh perwakilan Kapolsek Loloda Tengah AIPDA Yosep Buasimbong, perwakilan Danramil Serda Julius, serta jajaran kepala desa dan tokoh adat. AIPDA Ajam Adhan bertugas sebagai Perwira Upacara, BRIGPOL Yonly Sero sebagai Komandan Upacara, dan doa dipimpin oleh Pendeta Alpius Leki.

Tidak sekadar seremonial, momentum ini juga diisi dengan aksi nyata berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang diinisiasi oleh Puskesmas Barataku di sekitar area lapangan.

Kemeriahan berlanjut dengan berbagai lomba tradisional seperti gerak jalan indah tingkat sekolah, gerak jalan Poco-Poco, hingga penampilan tarian kolosal Cakalele. Rangkaian acara ditutup dengan malam ramah tamah dan pesta rakyat.

Pada malam puncak tersebut, Camat Suparto Lansib dianugerahi penghormatan tinggi dengan mengenakan pakaian adat Loloda. Ia juga menjalani prosesi adat cuci kaki menggunakan tanduk, sebuah simbol sakral penerimaan penuh dan kedekatan emosional masyarakat Loloda terhadap pemimpinnya.

Peringatan HUT ke-81 RI di Loloda Tengah tahun 2026 ini bukan sekadar upacara formalitas. Dari Lapangan Barataku, momentum ini berhasil membangkitkan kembali rasa persatuan, kebanggaan, dan semangat kemerdekaan yang sempat meredup selama dua tahun terakhir.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary
Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai
Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo
Dishub Halbar Gandeng UPP Jailolo Kebut Persiapan KM Sabuk Nusantara Layani Loloda Tengah
Perjuangkan Hak Daerah ke Pempus, Halbar Kantongi DBH Kurang Bayar Rp30,5 Miliar
HUT ke-25, Demokrat Halbar Gelar Lomba Rakyat dan Pidato AHY Muda
Gempa 5,6 M Perparah Kerusakan Dermaga Bataka, Kini Tak Lagi Layak Digunakan
Bupati Halbar Konsultasikan Hak Keuangan Daerah ke Kemendagri, Perjuangkan Kepastian Dana Transfer APBN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Menembus Medan Berat demi Merah Putih, Warga Loloda Tengah Padati Lapangan Barataku

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Dishub Halbar Gandeng UPP Jailolo Kebut Persiapan KM Sabuk Nusantara Layani Loloda Tengah

Berita Terbaru

Kepala Cabang PT Ibu Putera Mandiri, Faisal Hi. Wahab (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Berakhir Damai, Permata Obi Siap Tanggung Kerusakan KM Queen Mary

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:00 WIB

Pertemuan penyelesaian berlangsung di ruang kerja Kepala Pelabuhan (Sabandar) Jailolo, dihadiri perwakilan kedua perusahaan pelayaran beserta nakhoda masing-masing kapal, yang dipimpin langsung oleh KUPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Tabrakan KM Permata Obi dan Queen Mary di Jailolo Berakhir Damai

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:47 WIB

Rosihan Gamtjim, KUPP Kelas III Jailolo (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Manuver Sandar Terganggu Angin dan Arus, Dua Kapal Bertabrakan di Jailolo

Selasa, 18 Agu 2026 - 01:00 WIB

error: