Harga Minyak Goreng Melonjak, Mahasiswa KKN Abcd IAIN Ternate Di Bobanehena Endorse Produk Lokal

- Jurnalis

Senin, 28 Maret 2022 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

JAILOLO, Melonjaknya harga minyak goreng di Pasaran membuat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Ternate bersama pemuda Karang Taruna dan juga Ibu-ibu Desa Bobanehena punya inisiatif membuat produk olahan minyak goreng dari kelapa lokal.

Dalam agenda Presentasi dan juga launching logo produk minyak goreng olahan dari Mahasiswa KKN Abcd IAIN Ternate di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Halmahera Barat Senin (28/03), dihadiri oleh Rektor IAIN Ternate DR. Radjiman Ismail M.Pd, LP2M Muhammad Zain, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ansar Tohe, Kepala Desa Bobanehena Iswan, dan juga Kepala Desa Jalan Baru, serta perwakilan mahasiswa KKN IAIN Ternate di Halmahera Barat.

Produksi minyak goreng lokal ini sudah kali kedua, dengan dilaunching namanya Goroho Igo berasal dari Bahasa Ternate yang punya arti minyak kelapa.

Produksi pertama kali pada 18 Maret lalu menghasilkan 20 botol kemasan dan juga 2 kemasan plastik yang masing-masing kemasan isi 1,5 liter. Dan produksi keduakalinya ini menghasilkan 5 botol kemasan, dan 2 kemasan plastik.

Rektor IAIN Ternate DR. Radjiman Ismail M.Pd saat dikonfirmasi usai kegiatan launching produk, menyatakan, dengan harga produk minyak goreng kelapa sawit yang terus melonjak saat ini, dengan adanya inisiatif dari mahasiswa ini sangat membantu terutama untuk ibu-ibu dalam hal mengolah ekonomi masyarakat sangat penting.

“Jadi kehadiran mahasiswa IAIN di masyarakat ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang manfaatnya luar biasa dan bahkan masyarakat saat ini juga berharap bahwa KKN seperti ini perlu dilanjutkan,”jelasnya.

Baca Juga :  PDPM Halbar Jalin Koordinasi dengan Polres Bahas Program Ketahanan Pangan

Menurutnya, sebenarnya KKN yang selama ini dilaksanakan oleh IAIN Ternate kali ini memang agak berbeda. Karena disebutkan, sebelumnya mahasiswa turun dilokasi KKN hanya menjalankan program yang sudah ditetapkan oleh lembaga untuk sebagai persyaratan program-program tersebut.

“Tetapi kali ini, yang pertama dilkakukan itu, mahasiswa harus datang koordinasi dan melakukan observasi pada aset-aset atau potensi yang dimiliki desa setempat baik secara fisik maupun nonfisik. Aset fisik misalnya punya potensi ekonomi, seperti produk minyak goreng olahan yang hari ini mahasiswa lagi perkenalkan,” ujarnya.

Ia menyebutkan kiranya ini memang sejalan, tetapi mahasiswa tidak bisa hanya sebatas itu, tetapi harus juga mendata aset-aset masyarakat terutama terkait dengan pendidikan dan juga pembinaan keagamaan.

Foto istimewa

“Bagi kami dari pimpinan IAIN ini menjadi bahan evaluasi untuk memaksimalkan lagi agar kedepannnya lebih baik lagi dari hari ini, tapi hari ini memang sudah luar biasa,”ucapnya

Selain itu Kepala Desa Bobanehena Iswan kepada media ini menuturkan, adik-adik mahasiswa yang berkolaborasi dengan pemuda desa, dari Pemerintah desa sudah tentu harus memfollow up dalam bentuk dukungan moril maupun aspek keuangan.

“Sekalipun ini sudah memasuki pertengahan tahun ini menjadi program estafet atau lanjutan ditahun-tahun yang akan datang,”ketusnya.

Baca Juga :  Inspektorat Halbar Segera Audit Dana Desa Gamsida Terkait Dugaan Penyimpangan Pengelolaan

Selain itu, ia juga mengakui bahwa harus ada dua jaminan yaitu ketersediaannya bahan baku dan juga tersedianya pasar untuk produk minyak goreng. Karena desa Bobanehena memiliki penghasilan buah kelapa yang melimpah.

“Kita tentu sangat optimis dari sisi pemasaran minyak kelapa lokal pasti bisa bersaing dengan minyak goreng kelapa sawit,”akunya.

Tetapi menurutnya, bau minyak goreng kelapa lokal agar diproduksi nantinya harus dihilangkan sedikit, tapi tidak bisa seutuhnya dihilangkan, agar produsen dapat mengenali ciri khas bau minyak goreng kelapa lokal itu sendiri.

Iswan juga menyebutkan produksi kedepan nanti itu, aspek kesehatan dan legalitas hukum produk harus dipertimbangkan. Dan produk ini harus tetap dilanjutkan oleh ibu-ibu di desa, mungkin dikemas dengan baik dapat menarik perhatian pelanggan, namun saat ini lokusnya masih di desa.

Sementara itu Koordinator KKN Abcd Desa Bobanehena Irfan Ahmad, mengatakan, produk olahan minyak goreng ini memang inisiatif dari mahasiswa KKN, tapi pihaknya tidak sendiri dengan melakukan rapat bersama Pemerintah Desa dan juga Ibu-ibu PKK, dan juga pemuda Karang Taruna Desa Bobanehena sehingga melahirkan kesepakatan untuk pembuatan produk minyak goreng olahan dari kelapa lokal.

Irfan juga berharap, agar produk olahan minyak goreng atau goroho igo ini dapat dijalankan oleh ibu-ibu secara turun-temurun agar membantu masyarakat dalam sisi ekonomi.

 

 

Penulis : Eghez

Editor   : Redaksi

Berita Terkait

Akhir Januari, BPK Mulai Bidik LKPD Halbar 2025
Pemprov Malut–Balai CK Sinergi Tangani Krisis Air Bersih Tolofuo
Pemerintah Tetapkan Investor Asing Kelola Panas Bumi Telaga Rano di Halmahera Barat
Air Bersih Tak Mengalir, Janji Pemerintah Halbar Ikut Mandek
Pemda Halbar Apresiasi Kepedulian Kapolda Malut dan Bhayangkari di Lokasi Bencana
Skandal Etika Oknum ASN Halbar Mencuat, Keluarga Istri Sah Bersiap Tempuh Jalur Hukum
DPRD Halbar : Surat Resmi Diabaikan Sekda, Ini Bentuk Pembangkangan Birokrasi.
RITD Desa Tuada Dorong Hilirisasi Udang Vaname Lewat Produk Olahan
Berita ini 271 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:15 WIB

Akhir Januari, BPK Mulai Bidik LKPD Halbar 2025

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:39 WIB

Pemprov Malut–Balai CK Sinergi Tangani Krisis Air Bersih Tolofuo

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:10 WIB

Pemerintah Tetapkan Investor Asing Kelola Panas Bumi Telaga Rano di Halmahera Barat

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:46 WIB

Air Bersih Tak Mengalir, Janji Pemerintah Halbar Ikut Mandek

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:00 WIB

Skandal Etika Oknum ASN Halbar Mencuat, Keluarga Istri Sah Bersiap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

Kepala Inspektorat Halmahera Barat, Reinhard Bunga (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Akhir Januari, BPK Mulai Bidik LKPD Halbar 2025

Rabu, 21 Jan 2026 - 11:15 WIB

Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan Balai Cipta Karya (CK) Kementerian PUPR. (Dok/Ist)

Maluku Utara

Pemprov Malut–Balai CK Sinergi Tangani Krisis Air Bersih Tolofuo

Jumat, 16 Jan 2026 - 18:39 WIB

Tampak Warga Desa Tolofuo terpaksa harus mengambil air bersih di Desa Tolofuo demi bisa bertahan hidup (Dok/Wrg)

Halmahera Barat

Air Bersih Tak Mengalir, Janji Pemerintah Halbar Ikut Mandek

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:46 WIB

error: