terasmalut— Bupati Halmahera Barat, James Uang, terus mendorong percepatan investasi strategis di wilayahnya sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Usai melakukan audiensi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, Bupati James Uang juga menggelar pertemuan penting dengan pimpinan PT TUB, perusahaan yang mengelola tambang emas di wilayah Loloda Tengah
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mencapai kesepakatan bahwa investasi tambang emas di wilayah Halmahera Barat akan segera kembali dilanjutkan. PT TUB bahkan berkomitmen untuk mempercepat tahapan kerja dan penyelesaian aspek-aspek administratif guna memulai kembali kegiatan operasional.
“Pertemuan ini membuahkan kesepahaman yang konstruktif. Kita menyepakati agar seluruh proses investasi tambang emas yang sempat tertunda dapat segera berjalan kembali,”ungkap Bupati Halmahera Barat, James Uang.
Selain sektor pertambangan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga memfokuskan perhatian pada pengembangan sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi. James menjelaskan bahwa investasi panas bumi di wilayah Idam Dehe, Kecamatan Jailolo, kini telah memasuki fase mobilisasi alat berat dari Jakarta ke lokasi proyek.
Proyek panas bumi tersebut dikelola oleh PT Geo Dipa Energi dan diharapkan menjadi salah satu sumber energi bersih yang dapat mendukung kebutuhan listrik regional serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.
“Mobilisasi alat berat adalah bagian dari fase krusial. Ini menandakan bahwa proyek ini telah melangkah dari tahap perencanaan menuju implementasi fisik di lapangan,”kata James.
Pertemuan untuk membahas kelanjutan proyek panas bumi ini berlangsung di kantor pusat Geo Dipa Energi di Jakarta yang turut dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD Halmahera Barat dari Fraksi Partai Demokrat, yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan energi bersih di daerah.
Kehadiran legislatif dalam forum strategis ini, menurut James, merupakan bentuk sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong investasi yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kedua investasi, baik di sektor tambang maupun panas bumi, merupakan bagian dari agenda pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, efisiensi sumber daya, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Ia menyebutkan, ketika kedua proyek ini masuk ke tahap produksi, dampaknya akan sangat signifikan terhadap peningkatan ekonomi lokal, terbukanya lapangan pekerjaan, serta berkembangnya UMKM pendukung di sekitar wilayah investasi.
Selain itu, Wakil Ketua DPD Demokrat Malut ini juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan mengawal proses ini secara ketat, memastikan bahwa investasi dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan, hak masyarakat lokal, dan pemenuhan kewajiban sosial perusahaan (CSR).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan pihak investor agar seluruh proses perizinan dan teknis dapat berjalan tanpa hambatan, namun tetap sesuai dengan peraturan dan standar nasional.
“Kita tidak ingin ada proses yang melenceng dari aturan. Prinsip tata kelola yang baik harus diterapkan demi menjamin keberlanjutan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
James juga mengimbau masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap investasi yang sedang berjalan, sembari meminta semua pihak menjaga stabilitas dan iklim usaha yang kondusif.
“Saya optimistis, dengan kerja sama yang kuat dan transparan, Halmahera Barat akan menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang progresif di Maluku Utara,”pungkas Bupati Halmahera Barat, James Uang.*(Ghe/Red).














