Penyelidikan tersebut dilakukan setelah seorang anggota staf pelatih timnas Irlandia, Damien Doyle, melaporkan dugaan insiden peludahan yang dilakukan pemain Israel saat jeda pertandingan di TSC Arena, Backa Topola.
UEFA mengumumkan langkah tersebut pada Selasa (6/10/2026) untuk mengusut laporan dugaan insiden yang terjadi di ruang lingkup pertandingan tersebut. Proses pemeriksaan diharapkan dapat memastikan kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian itu.
Pertandingan tersebut sebenarnya merupakan laga kandang bagi Irlandia, namun dipindahkan ke tempat netral di Serbia dan digelar tanpa penonton setelah Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) menyebut adanya kendala operasional terkait penyelenggaraan laga tersebut.
UEFA menunjuk seorang Inspektur Etika dan Disiplin untuk menyelidiki kasus ini setelah lebih dulu meninjau laporan resmi. Aksi pelecehan itu terjadi di dalam atau sekitar lorong pemain saat jeda babak pertama.
Pelatih kepala Irlandia, Heimir Hallgrimsson, mengatakan para pemain Israel berupaya mengintimidasi timnya sejak awal pertandingan.
Troy Parrott membawa Irlandia unggul lewat eksekusi penalti di babak pertama, sebelum kapten Israel, Dor Peretz, mencetak gol penyeimbang tak lama setelah jeda, sehingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Irlandia sebelumnya mengalahkan Israel 3-0 dalam pertemuan pertama di Debrecen, Hungaria, pada 27 September.
Sama seperti pada pertemuan pertama, para pemain Irlandia mengenakan ban lengan hitam, menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan, dan tidak berjabat tangan sebelum pertandingan dimulai.
















