Halbar Toreh Prestasi di Ekspedisi Pesparawi Maluku Utara, Desa Tosoa Diusulkan Jadi Desa Musik Gerejawi

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/Ist

Dok/Ist

terasmalut – Kontingen Halmahera Barat berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Ekspedisi Pesparawi tingkat Maluku Utara yang digelar pada 12 hingga 15 September lalu. Dalam kegiatan yang berlangsung di Ternate ini, Halmahera Barat mengirimkan tiga kategori, yakni Paduan Suara Anak, Paduan Suara Pria, dan Musik Pop Gerejawi.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat, Julius Marau, ketiga kategori tersebut sebelumnya telah menorehkan prestasi sebagai juara pada Pesparawi tahun 2004, sehingga tahun ini mereka tidak lagi ikut dalam sistem perlombaan, tetapi tampil dalam sesi ekspedisi sebagai bentuk apresiasi atas capaian sebelumnya.

“Dalam pelaksanaan tahun ini, tiga kategori tersebut tidak lagi dilombakan karena pada tahun 2004 telah meraih juara. Mereka tampil dalam ekspedisi untuk menunjukkan kualitas yang dimiliki dan mempersiapkan diri menuju ajang nasional,” ujar Julius Marau.

Selain ekspedisi, Julius menyebut, tahun ini untuk pertama kalinya diselenggarakan lomba Musik Gerejawi di tingkat provinsi. Dalam kategori ini, kontingen Halmahera Barat berhasil meraih juara pertama dan membawa pulang Piala Gubernur Maluku Utara.

Baca Juga :  Sarana Pertanian Jadi Aspirasi Utama Dalam Reses Meri Popala 

Capaian tersebut kata Julius, juga disertai bonus dari Gubernur sebagai bentuk dukungan persiapan menuju Pesparawi Nasional tahun 2026 yang akan digelar di Manokwari.

“Puji Tuhan, Halmahera Barat keluar sebagai juara pertama dalam lomba Musik Gerejawi dan berhasil membawa pulang Piala Gubernur. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dalam menghadapi Pesparawi Nasional tahun 2026 di Manokwari,”kata Julius Marau.

Mantan Kepala Inspektorat Halbar ini menambahkan, menambahkan, Halmahera Barat menjadi salah satu daerah yang mengirimkan peserta terbanyak mewakili Maluku Utara pada tiga kategori tersebut. Hal ini menunjukkan konsistensi dan kualitas para pelaku musik gerejawi dari Halmahera Barat yang telah berpengalaman dalam berbagai event serupa di tingkat provinsi.

“Berdasarkan pengalaman panjang mereka dalam berbagai event, kami menilai bahwa Desa Tosoa layak ditetapkan sebagai desa khusus musik gerejawi. Ini penting agar potensi musik gerejawi tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memberi nilai ekonomis bagi masyarakat setempat,” jelas Julius Marau.

Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah Halbar dan Polisi Kompak Tanam Jagung

Menurutnya, penetapan Desa Tosoa sebagai desa khusus musik gerejawi akan membuka peluang dukungan kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun desa, khususnya dalam pengembangan keterampilan warga di bidang pembuatan alat musik gerejawi serta penguatan sektor UMKM.

“Jika ditetapkan sebagai desa khusus, maka pemerintah daerah akan memfasilitasi pelatihan keterampilan pembuatan alat musik gerejawi bagi warga setempat. Ini bisa menjadi produk bernilai jual yang dipasarkan ke desa-desa lain maupun platform UMKM,” terang Julius Marau.

Lebih jauh ia menyebutkan, pengembangan Desa Tosoa sebagai desa musik gerejawi juga akan memperkaya destinasi wisata Halmahera Barat yang selama ini didominasi wisata alam seperti pantai dan pegunungan. Langkah ini akan memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menarik minat wisatawan.

“Dengan menetapkan Desa Tosoa sebagai desa khusus musik gerejawi, kami ingin menjadikannya sebagai destinasi wisata budaya baru di Halmahera Barat, sehingga potensi seni musik gerejawi dapat berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,”pungkas Julius Marau.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Ratusan Aset Tanah Belum Bersertifikat, BKAD Halbar Bergerak Lewat JANG BANTAH
Nahkoda Baru Puskesmas Sidangoli, Syahbudin Bawa Komitmen Pelayanan
Tiga Pimpinan Wilayah Gereja Prihatin atas Pernyataan Frangki Luang soal Insentif
Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan
Ketua Gerindra Halbar Luruskan Dugaan Pemotongan Uang Saku Laskar, Klaim Hanya Miskomunikasi
Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar
Jembatan Sawa Rp157 Juta, Panjang Bangunan Diduga Jauh dari Rencana
Kementerian dan IFAD Sambangi Tuada, BUMDes, UMKM dan Tambak Udang Unjuk Potensi
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:41 WIB

Ratusan Aset Tanah Belum Bersertifikat, BKAD Halbar Bergerak Lewat JANG BANTAH

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Nahkoda Baru Puskesmas Sidangoli, Syahbudin Bawa Komitmen Pelayanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tiga Pimpinan Wilayah Gereja Prihatin atas Pernyataan Frangki Luang soal Insentif

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Pendidikan Halbar Makin Digital, 747 Unit Smart TV Siap Dimanfaatkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Kader Laskar Gerindra Mengaku Uang Saku Diklat Dipajaki oleh Oknum DPRD Halbar

Berita Terbaru

error: