Komisi I Desak Pemda Halbar Tuntaskan Kasus DD yang Melibatkan Kades Peot

- Jurnalis

Jumat, 5 Agustus 2022 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atus Sandiang, Anggota Komisi I DPRD Halbar (defactonews/Eghez)

Atus Sandiang, Anggota Komisi I DPRD Halbar (defactonews/Eghez)

JAILOLO, defactonews.co – Anggota Komisi Satu DPRD Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Atus Sandiang Meminta terhadap pemerintah daerah agar segera berkoordinasi dengan pihak hukum untuk mengusut tuntas persoalan terkait dengan Kasus dana desa (DD) di desa Peot, kecamatan Sahu.

“DD itu dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, tetapi karena penggunaan ini bermasalah maka saya meminta kepada Pemda untuk segera berkoordinasi dengan pihak hukum agar persoalan ini segera diselesaikan,” Ungkap Atus ketika diwawancari, Jumat (05/08/22)

Sebelumnya, kepala desa (Kades) Peot, Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Wandra Do Ismail diduga menggelapkan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020. Dugaan tersebut terungkap, setelah karyawan PT. Markindo Anugerah Citra Pratama yang merupakan mitra kerja tiba-tiba mencabut 9 unit tiang listrik yang terpasang di desa Peot.

Baca Juga :  BBM Bersubsidi di Halbar Terkepung Skandal – Pansus DPRD Siap Bongkar Jaringan Gelap!

Hal ini disampaikan Ketua BPD Desa Peot, Desis Lalas kepada defactonews.co, Rabu (3/8/22) kemarin. Ia bilang, dalam laporan realisasi pemerintah desa terhadap BPD pada tahun 2020, tercatat anggaran lampu jalan sebesar Rp357.000.000 itu telah direalisasikan, Baca Saloipost.id Edisi Kamis 4 Agustus 2022

Menanggapi Hal itu, Menurut Atus Kasus kepala desa peot yang mengadakan kontrak dengan Perusahaan PT. Markindo Anugerah Citra Pratama soal pengadaan lampu jalan itu melalui perjanjian dan menyangkut dana desa (DD) untuk itu, kata dia, Pemda harus Serius menangi ini.

“Karena dalam kontrak itu ada perjanjian menyangkut dengan dana desa. Saya mengharapkan kepada pemerintah daerah, serius menangi persoalan ini,”cetusnya.

Baca Juga :  Mantan Kepala UPTD Dikbud Malut Cabang Jailolo Ditetapkan Tersangka

Lebih lanjut Atus bilang, Persoalan terkait dengan kepala desa Peot, Saat ini Masyarakat dari desa tersebut sudah melakukan pengaduan melalui demonstrasi berulang kali. maka dari itu, atus menegaskan Pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait agar segera mengusut tuntas persoalan ini.

“Menyangkut dengan status kades Peot, sejauh ini sudah tiga kali pengaduan bahkan Masyarakat sudah 3 kali berdemo di DPRD,”akunya

Ia juga menegaskan, selaku lembaga pengawasan yang menyangkut dengan permasalahan dana desa (DD) maka dari itu, pihaknya bakal mempresur dan menindaklanjuti setiap pengaduan yang masuk dari masyarakat.

“Kami juga dari lembaga pengawasan, kami akan menindaklanjuti pengaduan yang sudah kami kantongi,”pungkasnya.

 

Penulis : Eghez

Editor   : Redaksi

Berita Terkait

Nama Pangkalan Dicoret Sepihak dan Tanpa Alasan, Kuasa Hukum Somasi Disperindagkop dan Agen
Kontroversi “Mens Rea” Pandji, Polisi Dalami Dugaan Penghasutan
Kasus Kuota Haji 2024, PBNU Lepas Tangan dari Status Tersangka Yaqut
Disdikbud Halbar Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran dalam Proyek DAK Pendidikan
Janji Palsu Berujung Penipuan, Kerugian Korban Capai Rp 10 Miliar
Kontroversi Politik Hukum: DPR Setujui Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto
BBM Bersubsidi di Halbar Terkepung Skandal – Pansus DPRD Siap Bongkar Jaringan Gelap!
Oknum Anggota DPRD Morotai Bersama Adik Kandungnya Ditetapkan Tersangka Usai Keroyok Mus D Jalil
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:38 WIB

Nama Pangkalan Dicoret Sepihak dan Tanpa Alasan, Kuasa Hukum Somasi Disperindagkop dan Agen

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kontroversi “Mens Rea” Pandji, Polisi Dalami Dugaan Penghasutan

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:20 WIB

Kasus Kuota Haji 2024, PBNU Lepas Tangan dari Status Tersangka Yaqut

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:07 WIB

Disdikbud Halbar Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran dalam Proyek DAK Pendidikan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:37 WIB

Janji Palsu Berujung Penipuan, Kerugian Korban Capai Rp 10 Miliar

Berita Terbaru

Kepala Inspektorat Halmahera Barat, Reinhard Bunga (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Akhir Januari, BPK Mulai Bidik LKPD Halbar 2025

Rabu, 21 Jan 2026 - 11:15 WIB

Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan Balai Cipta Karya (CK) Kementerian PUPR. (Dok/Ist)

Maluku Utara

Pemprov Malut–Balai CK Sinergi Tangani Krisis Air Bersih Tolofuo

Jumat, 16 Jan 2026 - 18:39 WIB

Tampak Warga Desa Tolofuo terpaksa harus mengambil air bersih di Desa Tolofuo demi bisa bertahan hidup (Dok/Wrg)

Halmahera Barat

Air Bersih Tak Mengalir, Janji Pemerintah Halbar Ikut Mandek

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:46 WIB

error: