Tindaklanjut Rekomendasi BPK, Inspektorat Halbar Harap OPD Proaktif Panggil Pihak Ketiga Kembalikan Temuan

- Jurnalis

Jumat, 26 November 2021 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAILOLO, Inspektorat Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut), melaksanakan Rapat Koordinasi Pengawasan dan Tindaklanjut Rekomendasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia tahun 2006-2021.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan hari anti korupsi yang jatuh pada 9 desember nanti, dalam rangkaian ini ada satu kegiatan yaitu telah melakukan rapat koordinasi bidang pengawasan dan tindaklanjut,”kata Kepala Inspektorat Halbar Julius Marau, saat dikonfirmasi usai kegiatan tersebut. Jumat (26/11).

Dikatakan Julius, Pihaknya akan melakukan pemutahiran data terkait dengan temuan-temuan BPK dari 2006-2021, dan rangkaian selanjutnya akan dibuat Tuntutan Pembendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR), bahkan sudah dilakukan penandatanganan komitmen.

Penandatanganan ini, lanjut Julius, yang dimaksudkan agar Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan seluruh OPD membangun tekad dalam menindaklanjuti semua rekomendasi BPK, dan yang kedua adalah bagaimana berkomitmen bersama-sama membangun tata kelola pemerintahan yang baik, jauh dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Agar terbangun sebuah pemahaman yang sama, tekad bersama dan satu komitmen. Kita berharap agar rekomendasi BPK itu cepat ditindaklanjuti oleh OPD, dan rekomendasinya ada 2 materil kerugian negara dalam bentuk uang, dan juga administrasi,”bebernya.

Baca Juga :  Polres Halbar Sebut Kasus Pemukulan oleh Oknum Anggota DPRD Morotai Tidak Bisa Disamakan, Butuh Waktu

Menurutnya, kerugian dalam bentuk uang itu lebih banyak ke pihak ketiga, sehingga diharapkan kepada OPD proaktif memanggil pihak ketiga tersebut agar bekerja sama lalu mengembalikan temuan-temuan tersebut.

“Ada juga untuk perjalanan dinas dan itu menyentuh ke OPD misalnya ASN yang bersangkutan, semoga cepat diselesaikan, kalau administrasi sebenarnya tidak sulit hanya panggilan hati saja,”ucapnya.

Sementara Bupati Halbar James Uang, ditempat terpisah mengatakan, hasil pemeriksaan BPK – RI 2006 hingga 2021, harus dikejar progresnya.

“Kalau kita tidak mencapai progres tindaklanjut 70 persen maka kita tidak akan WTP tahun depan, dengan begitu semua temua dari OPD harus ditindaklanjuti, agar progresnya bisa dicapai sampai 70 persen, harapannya seperti itu,”ungkapnya.

Kapolres Halbat AKBP Indra Andiarta, S.I.K, diwaktu yang sama menjelaskan, setiap Instansi pasati ada temuan, namun temuan itu sifatnya ada juga untuk pengembalian dan perbaikan.

Baca Juga :  GMKI Jailolo Harap Kedatangan Presiden di Halbar Memberikan Dampak Positif Bagi Pembangunan

“Dan kodenya apakah untuk pengembalian atau perbaikan secara administrasi. Jadi biasanya kalau pemeriksaan awal itu untuk tahapan perbaikan,”imbuhnya.

Kejari Halbar, Salomina Meyke Saliama, menambahkan, rapat pembahasan koordinasi terkait dengan temuan BPK 2006-2021 itu nantinya harus dilaksanakan oleh Inspektorat, biasanya hasil temuan itu harus dikembalikan, karena temuan itu tidak dikembalikan pada Inspektorat.

“Nanti dalam waktu yang ditentukan, apabila inspektorat sudah berkoordinasi dengan masing-masing pihak yang ada dalam temuan itu, kalau memang mereka tidak melakukan pada rana inspektorat maka Inspektorat serahkan ke Kejaksaan,”tandasnya.

Lanjut Salomina bahwa apabila sudah masuk di Kejaksaan maka akan dilaksanakan pemeriksaannya, dan juga sudah dijelaskan mereka akan melakukan sidang TPTGR, dan hasil TPTGR itu kalau tidak dibayar juga maka serahkan ke Kejari, dan masih tidak pengembalian juga maka langsung diproses hukum.

“Kalau tidak dipenuhi temuan itu kan sudah di audit maka temuan itu sudah sah, jadi kita langsung tingkatkan ke proses hukum,”pungkasnya.

 

 

 

Berita Terkait

Nama Pangkalan Dicoret Sepihak dan Tanpa Alasan, Kuasa Hukum Somasi Disperindagkop dan Agen
Kontroversi “Mens Rea” Pandji, Polisi Dalami Dugaan Penghasutan
Kasus Kuota Haji 2024, PBNU Lepas Tangan dari Status Tersangka Yaqut
Disdikbud Halbar Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran dalam Proyek DAK Pendidikan
Janji Palsu Berujung Penipuan, Kerugian Korban Capai Rp 10 Miliar
Kontroversi Politik Hukum: DPR Setujui Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto
BBM Bersubsidi di Halbar Terkepung Skandal – Pansus DPRD Siap Bongkar Jaringan Gelap!
Oknum Anggota DPRD Morotai Bersama Adik Kandungnya Ditetapkan Tersangka Usai Keroyok Mus D Jalil
Berita ini 774 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:38 WIB

Nama Pangkalan Dicoret Sepihak dan Tanpa Alasan, Kuasa Hukum Somasi Disperindagkop dan Agen

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kontroversi “Mens Rea” Pandji, Polisi Dalami Dugaan Penghasutan

Jumat, 9 Januari 2026 - 22:20 WIB

Kasus Kuota Haji 2024, PBNU Lepas Tangan dari Status Tersangka Yaqut

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:07 WIB

Disdikbud Halbar Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran dalam Proyek DAK Pendidikan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:37 WIB

Janji Palsu Berujung Penipuan, Kerugian Korban Capai Rp 10 Miliar

Berita Terbaru

Kepala Inspektorat Halmahera Barat, Reinhard Bunga (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Akhir Januari, BPK Mulai Bidik LKPD Halbar 2025

Rabu, 21 Jan 2026 - 11:15 WIB

Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan Balai Cipta Karya (CK) Kementerian PUPR. (Dok/Ist)

Maluku Utara

Pemprov Malut–Balai CK Sinergi Tangani Krisis Air Bersih Tolofuo

Jumat, 16 Jan 2026 - 18:39 WIB

Tampak Warga Desa Tolofuo terpaksa harus mengambil air bersih di Desa Tolofuo demi bisa bertahan hidup (Dok/Wrg)

Halmahera Barat

Air Bersih Tak Mengalir, Janji Pemerintah Halbar Ikut Mandek

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:46 WIB

error: