Komisi I Desak Pimpinan DPRD Rekomendasikan ke BPK Audit Pengadaan Obat 2,2 Miliar di Dinkes Halbar

- Jurnalis

Selasa, 14 Desember 2021 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Albert Hama | Anggot Komisi I DPRD Halbar

Albert Hama | Anggot Komisi I DPRD Halbar

JAILOLO, Komisi I DPRD Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut) menilai Inspektorat tidak memiliki kemampuan dalam melakukan audit. Ini menyusul setelah hasil audit Inspektorat yang diekspos melalui Wakil Bupati Djufri Muhamad terkait dana pengadaan obat senilai Rp 2,2 Miliar di Dinas Kesehatan tidak ditemukan adanya indikasi korupsi.

Padahal, berdasarkan data yang diperoleh defactonews.co, proyek pengadaan obat yang dilakukan penunjukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Halbar terdapat 40 item namun yang terealisasi hanya 18 item.

“Inspektorat ini jagonya hanya di dana desa karena nilainya kecil kemudian tidak berdampak pada kepentingan pribadi, tetapi tidak memiliki kemampuan setelah melakukan audit anggaran proyek pengadaan obat di dinas kesehatan senilai Rp 2,2 Miliar,”kata Albert Hama SH, Anggota Komisi I DPRD Halbar Fraksi PKB kepada defactonews.co, Selasa (14/12/21).

Menurutnya, Terkait dengan 2,2 Miliar ini patut diseriusin karena dilakukan penunjukan langsung oleh kadis kesehatan atas dasar rekomendasi inspektorat.

Baca Juga :  Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemiilu 2024, Ini Pesan Ketua Bawaslu Kota Ternate

“Ada beberapa hal yang saya pandang memenuhi unsur pidana karena ada penyalahgunaan wewenang, perbuatan melawan hukum dan diduga menguntungkan orang lain,”sebut albert

Dikatakan Albert, Seharusnya pengadaan obat itu dilakukan lelang ULP tetapi kenyataannya justru dilakukan penunjukan langsung, olehnya itu dalam teori ilmu hukum kalau dua unsur sudah terpenuhi itu artinya sudah ada unsur pidana yang tertaut.

“Sebagai anggota komisi I yang membidangi hukum dan pemerintahan. kami serius dan akan terus mengawal dugaan kasus ini, kalaupun inspektorat yang juga adalah audit internal telah melakukan audit bukan berarti menggantikan kerja-kerja kepolisian yang sudah berjalan,”ujarnya.

Ia mengaku, sangat mengapresiasi kepada Satreskrim Polres Halbar yang sudah mengambil langkah cepat untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus pengadaan obat menilai 2,2 miliar di Dinkes halbar.

“Prinsipnya yang menentukan kasus itu terpenuhi unsur pidana atau tidak bukan inspektorat tapi lembaga hukum,”cetus Albert

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tetapkan Ketua KPK Sebagai Tersangka Pemerasan Syahrul Yasin Limpo

Albert bahkan berdalih, Bahwa yang dikerjakan inspektorat hanya terkesan tebang pilih. Sehingga dirinya meminta kepada pimpinan Dewan agar segera merekomendasikan kepada BPK untuk melakukan audit khusus dugaan pengadaan obat 2,2 Miliar dengan audit khusus pengelolaan dana oleh inspektorat dari tahun 2017-2021 sehingga dapat diketahui sejauh mana sistem pengelolaannya, sudah benar ataukah ada hal yang patut diduga.

“Dugaan kasus 2,2 Miliar ini kami serius untuk mengawalnya & saya percaya kerja-kerja kepolisian sangat profesional & terukur untuk mengungkapkan kasus ini,”ujarnya.

“Kalaupun LHP segera diumumkan oleh pihak inspektorat bukan berarti menghentikan proses hukum yang sementara berjalan di satreskrim polres Halbar sebab kepolisian menggunakan konsensus para pendahulu yang termuat dalam kitab UU Hukum Acara Pidana atau KUHAP sebagai acuan dan dasar pemeriksaan,”tandas albert.

 

 

Penulis : Tim

Editor   : Eghez

Berita Terkait

Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan
SEMAINDO Tagih Transparansi Polres Halbar dalam Penanganan Kasus RMD
Yakin Tak Bersalah ! Keluarga Tersangka Dugaan Fitnah Tantang Kapolres Halbar Sumpah Pocong, Ajukan Praperadilan
Kasus RMD Belum Beranjak ke P-21, Kejari Siapkan Evaluasi Menyeluruh atas Penyidikan
Kakek Korban Angkat Bicara, Nilai Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Belum Berpijak pada Seluruh Fakta
P-19 Berulang, Penyidik Diminta Terbitkan SP3
Kasus RMD Diadukan ke Komisi III DPR RI, Kuasa Hukum Ancam Ajukan Praperadilan
Rivaldo Leki Sebut Sekdes, Perangkat Desa dan Ketua BPD Tidak Paham Jalankan Kewenangan dalam Proyek Listrik
Berita ini 385 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:25 WIB

Polisi Pastikan Berkas AN Segera Dikirim ke Kejaksaan, Penahanan Bukan Syarat Pelimpahan

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:15 WIB

SEMAINDO Tagih Transparansi Polres Halbar dalam Penanganan Kasus RMD

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:37 WIB

Yakin Tak Bersalah ! Keluarga Tersangka Dugaan Fitnah Tantang Kapolres Halbar Sumpah Pocong, Ajukan Praperadilan

Senin, 29 Juni 2026 - 18:12 WIB

Kasus RMD Belum Beranjak ke P-21, Kejari Siapkan Evaluasi Menyeluruh atas Penyidikan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:03 WIB

Kakek Korban Angkat Bicara, Nilai Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Belum Berpijak pada Seluruh Fakta

Berita Terbaru

Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin

Hukum & Kriminal

SEMAINDO Tagih Transparansi Polres Halbar dalam Penanganan Kasus RMD

Jumat, 17 Jul 2026 - 17:15 WIB

error: