Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u1011752/public_html/terasmalut.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Pansus BBM Subsidi DPRD Halbar Siap Bongkar Permainan Agen dan Pangkalan ‘Nakal

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pansus BBM Bersubsidi DPRD Halbar, Christovel Sakalaty (Dok/Ist)

Ketua Pansus BBM Bersubsidi DPRD Halbar, Christovel Sakalaty (Dok/Ist)

terasmalut – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Halmahera Barat (Halbar) yang tengah mengusut distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menegaskan akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti menyelewengkan distribusi minyak tanah bersubsidi di wilayahnya.

Ketua Pansus BBM Bersubsidi, Christovel Sakalaty menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan indikasi kuat adanya penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi, meskipun saat ini baru sebagian kecil desa dan pangkalan yang diperiksa.

“Baru beberapa desa dan pangkalan yang kami periksa, namun sudah ada dugaan kuat bahwa penyaluran BBM subsidi tidak tepat sasaran,”tegas Christovel.

Pansus saat ini menurut Christovel, tengah melakukan pemetaan dan pengumpulan data dari total 173 desa dan 77 pangkalan minyak tanah yang tersebar di seluruh Halmahera Barat.

Empat jenis data primer lanjut dia, diminta dari tiap desa, yakni jumlah kuota minyak tanah per bulan, asal pasokan dari agen, harga jual ke Kartu Keluarga (KK) penerima manfaat, serta daftar lengkap penerima manfaat di desa.

“Semua data ini kami minta dari bulan Agustus 2024 sampai April 2025. Kami ingin tahu secara detail dan akurat distribusi BBM subsidi di masyarakat,”ujarnya.

Baca Juga :  Gunakan Kebijakan Brutal, Komisi I Bakal Rekomendasikan Pemda Evaluasi Camat Ibu Tabaru

Selain itu, Christovel mengatakan Dari pihak pangkalan, Pansus meminta tiga jenis data penting yakni volume BBM yang diterima dari agen, distribusi ke desa mana saja, serta dokumentasi lengkap proses penyaluran.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanipulasi oleh oknum tertentu.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Halbar ini mengaku, pihaknya telah menyurati dua agen utama yang memasok BBM subsidi ke wilayah Halbar serta seluruh pangkalan terkait. Investigasi lapangan akan segera dilakukan secara menyeluruh oleh seluruh anggota Pansus terhadap ke dua agen tersebut, untuk memastikan kecocokan data antara desa, pangkalan, dan agen.

“Kami akan cek langsung data penerimaan dan realisasi distribusi BBM dari Agustus 2024 hingga April 2025 di dua agen utama tersebut,”ungkap Christovel.

Pansus memastikan, jika ditemukan adanya agen atau pangkalan yang terbukti bermain dalam distribusi BBM subsidi, sanksi tegas akan segera dijatuhkan. Tidak ada toleransi terhadap praktik yang merugikan masyarakat dan mencederai semangat subsidi negara bagi warga kurang mampu,”tegasnya.

Baca Juga :  Nama Pangkalan Dicoret Sepihak dan Tanpa Alasan, Kuasa Hukum Somasi Disperindagkop dan Agen

Menurut Christovel, transparansi adalah kunci, Hasil akhir dari investigasi ini nantinya akan dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat Halmahera Barat. “Jangan sampai ada dugaan dari masyarakat yang simpang siur. Kami ingin fakta yang objektif dan terang benderang,”akunya.

Ia menegaskan bahwa Pansus bekerja secara profesional, teliti, dan serius dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi. “Seluruh proses ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Halbar untuk menjaga keadilan sosial dan memastikan setiap warga yang berhak mendapatkan subsidi secara utuh,”terang Christovel.

Ketua Bapemperda DPRD Halbar ini juga mengajak seluruh Agen dan pemilik pangkalan agar bersikap kooperatif dalam memberikan data yang diminta oleh Pansus. Pihaknya berharap seluruh proses pengumpulan data dan investigasi ini dapat tuntas dalam waktu dekat agar hasilnya segera disampaikan ke publik

“Kalau semua data ini valid, kita bisa tahu dengan pasti siapa yang bermain. Dan itu akan kami ungkap,”tandasnya.*(Ghe/Red)

Berita Terkait

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 
Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja
RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan
Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai
Bupati dan DPRD Turun Langsung Verifikasi Keluhan Obat dan Pelayanan di Rumah Sakit Jailolo
Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD
Meri Popala Turun Langsung, Pastikan Kondisi Warga Pengungsi Halbar
Dua Pejabat Administrator Halbar Dilantik, Ini Pesan Tegas Sekda
Berita ini 247 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:51 WIB

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Minggu, 12 April 2026 - 13:37 WIB

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Sabtu, 11 April 2026 - 14:56 WIB

RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan

Jumat, 10 April 2026 - 13:23 WIB

Bupati Halmahera Barat Kampanyekan Toleransi dan Persaudaraan Lewat Gerakan Cinta Damai

Kamis, 9 April 2026 - 20:23 WIB

Musrenbang Halbar 2027, James Uang Tekankan Disiplin Fiskal dan Produktivitas OPD

Berita Terbaru

Bendahara BKAD Halbar, Arnike Saba, didampingi Sejumlah pengurus Apdesi Halbar dalam konferensi pers membantah adanya dugaan pemotongan Siltap Pemerintah Desa (Dok/Ist)

Halmahera Barat

Bendahara BKAD Halbar Bantah Isu Pemotongan Siltap Rp15 Juta 

Senin, 13 Apr 2026 - 14:51 WIB

Dasril Hi. Usman, Ketua DPD PAN Halmahera Barat (dok/tm)

Halmahera Barat

Uang bertambah, obat tetap langkah, Dasril : Direktur biasa saja

Minggu, 12 Apr 2026 - 13:37 WIB

Direktur RSUD Jailolo, dr. Novi M. Drakel

Halmahera Barat

RSUD Jailolo Buka-bukaan Soal Anggaran, Rp19 Miliar Jadi Acuan

Sabtu, 11 Apr 2026 - 14:56 WIB

error: